Game Minecraft Edisi Pendidikan (Foto: MinecraftEdu)

KBR - Sejak dirilis pertama kali pada Mei 2009, game Minecraft masih membius banyak orang, terutama anak-anak.

Rata-rata 40 juta orang di berbagai belahan dunia memainkan game dunia virtual serba kotak ini setiap bulannya. Game ini bahkan masuk daftar game terlaris di dunia sepanjang masa. Hingga kini total penjualan game Minecraft mencapai 107 juta kopi.

Saking populernya, game jenis sandbox (memungkinan pemain bebas membangun apapun) itu dibeli raksasa peranti lunak Microsoft pada 2014. Microsoft membeli Minecraft dari pengembang buatan Mojang Synergy seharga 2,5 miliar dolar AS.

Setelah diakuisisi Microsoft dan masuk di lini Microsoft Game Studios, pengembangan game Minecraft tidak berhenti. Tahun ini Microsoft menyiapkan edisi Minecraft Education Edition atau Minecraft Edisi Pendidikan.

Minecraft Edisi Pendidikan rencananya diluncurkan bulan September ini. Minecraft bakal ditawarkan ke sekolah-sekolah di dunia dengan harga diperkirakan sekitar 1 dolar hingga 5 dolar AS per siswa. Tergantung jumlah siswa dan jenis lisensi yang dipilih.

Minecraft Edisi Pendidikan versi beta sudah diluncurkan pada akhir Juni lalu, di Amerika Serikat. Sesaat sebelum liburan akhir sekolah, game Minecraft edisi pendidikan ini sudah diperkenalkan ke sekitar 1,700 anak di Amerika. Game ini masih bisa diakses secara gratis.

"Lebih dari 25 ribu siswa dan guru di lebih dari 40 negara di dunia menikmati pengalaman mengakses program ini dan memberikan umpan balik untuk menyempurnakan produk Minecraft Education Edition," kata juru bicara Microsoft.

Anak-anak itu memainkan game itu di ruang-ruang kelas, didampingi sekitar 100-an tenaga pengajar.

Ribuan anak sekolah itu dilibatkan untuk menguji Minecraft versi beta.

Game Minecraft menantang anak-anak menggunakan imajinasi mereka untuk membangun dunia virtual masa depan mereka sendiri.

Sebelumnya, game Minecraft asli pernah diujicoba juga di sekolah-sekolah di Swedia pada 2013, namun belum diterima oleh kalangan guru di tempat lain.

Belakangan Direktur Proyek Minecraft Edisi Pendidikan, Deirdre Quarnstrom percaya bahwa game versi baru edisi pendidikan bakal mendapat sambutan baik dari siswa maupun guru.

Minecraft edisi pendidikan memiliki perbedaan dibanding Minecraft sebelumnya. Pada game edisi pendidikan, akan banyak diberikan narasi dan petunjuk, sedangkan guru juga bisa menuliskan instruksi atau arahan untuk para siswa lewat papan tulis virtual.

Melalui kontrol panel yang disebut Classroom Mode, guru bisa memberi akses siswa pada sumber daya di dalam dunia Minecraft. Guru juga bisa memantau lokasi anak-anak di dunia maya, mengirim pesan bahkan memindahkan siswa lewat fasilitas teleport ke tempat yang sesuai jika mereka berkeliaran dan tersesat.

Guru atau murid yang belum akrab dengan game ini juga bisa memilih rencana pelajaran tiga dimensi sederhana yang tersedia, mulai dari mengeksplorasi Kuil Artemis di Yunani hingga ke skenario hilangnya keanekaragaman hayati.

Game Minecraft edisi Pendidikan juga memungkinkan seorang siswa masuk ke permainan siswa lain, dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi atau membuat ide-ide baru.

Game ini juga memberi ruang kebebasan bagi siswa untuk menggunakan imajinasi dan kreativitasnya memprogram sendiri kesenangan mereka, mulai dari karakter di film fiksi sains hingga ke karakter cerita fantasi kesukaannya.

Deirdre Quarnstrom mengatakan Microsoft menjaga agar game Minecraft edisi pendidikan ini tetap memiliki nuansa game aslinya. Terutama untuk membuat anak-anak bebas merasakan pengalaman penuh keajaiban di dunia Minecraft.

Sejak membeli dari pengembang aplikasi Mojang, pada 2014 lalu, Microsofot ingin mengembangkan Minecraft sebagai peranti pendidikan di sekolah. Bertahun-tahun banyak guru memanfaatkan game ini---versi asli atau modifikasi (mods) untuk mengajarkan berbagai hal, mulai dari sejarah Romawi kuno hingga pemrograman komputer.

Bahkan seorang profesor komputasi interaktif dari Institut Teknologi Georgia, Ian Bogost menyetarakan game Minecraft dengan permainan interaktif seperti Lego atau teknologi mikrokomputer bagi anak-anak muda.

Melalui lini Minecraft ini, Microsoft ini merangsek ke pasar pendidikan---bersaing dengan perusahaan teknologi raksasa lain seperti Google dan Apple. Sebelumnya, Google sudah menyasar ke kelas-kelas sekolah di Amerika lewat laptop Google Chromebooks, laptop murah.

Chromebooks yang berjalan dengan sistem operasi Chrome OS dan kaya akan aplikasi berbasis pendidikan itu menguasai 50 persen pasar komputer pribadi di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Amerika pada 2015.

Agar bisa menjalankan Minecraft Education Edition, pengguna harus menggunakan komputer dengan sistem operasi Windows 10 atau iOS X El Capitan, serta memiliki akun Office 365 Education yang tersedia gratis. (DOGO News/Back Channel.com/TechCrunc/Minecraft.net) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!