Petugas menyemprotkan asap insektisida (pembasmi serangga) untuk memusnahkan nyamuk di ruang publik dekat lokasi temuan penularan virus Zika, di Singapura, (30/8/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Virus Zika telah menyebar di Singapura dan menginveksi lebih dari 320 warga negara itu. Kini juga ditemukan infeksi virus Zika di Thailand dan Malaysia.

Di Thailand, virus Zika sudah menginveksi sekitar 200 orang. Kementerian Kesehatan Thailand menyebutkan temuan itu dihitung sejak Januari lalu.

Ini kali pertama pemerintah Thailand mengkonfirmasi data jumlah penularan virus Zika di negara itu. Penjelasan itu disampaikan Juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand Suwannachai Wattanayingcharoenchai, setelah sebelumnya ramai muncul desakan dari para ahli agar pemerintah bersikap transparan tentang ancaman virus Zika di negara itu.

Sebelumnya para ahli menyebut pemerintah Thailand menganggap remeh resiko penularan virus Zika.

Pemerintah Thailand beralasan pengungkapan informasi kasus virus Zika bisa berdampak buruk pada industri pariwisata di negara itu.

"Sejak Januari lalu, kami mencatat ada sekitar 200-an kasus virus Zika. Dan dalam kurun waktu sekitar tiga pekan terakhir, rata-rata terdapat 20-an kasus infeksi baru," kata Juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand Suwannachai Wattanayingcharoenchai seperti dikutip Reuters.

Data itu menyebabkan Thailand menjadi salah satu negara paling tinggi kasus penularan virus Zika di Asia Tenggara, selain Singapura.

Sebelumnya, kasus temuan infeksi virus Zika di kawasan Asia Tenggara pertama kali muncul di Singapura, berdasarkan laporan pada 27 Agustus lalu. Sejak saat itu jumlah orang terinveksi virus Zika terus meningkat menjadi 300-an kasus.

Baca: Virus Zika, RI Keluarkan Travel Advisory ke Singapura

Selain Singapura dan Thailand, kasus infeksi virus Zika juga terjadi di Malaysia dan Filipina.

Di Malaysia, pada Selasa (13/9/2016) kemarin ditemukan kembali dua kasus baru infeksi virus Zika yang menimpa dua orang perempuan di Miri dan Kuala Lumpur Malaysia.

Tambahan data itu membuat total terdapat enam kasus virus Zika di Malaysia.

Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam mengatakan salah satu kasus penularan terbaru itu terjadi pada seorang perempuan hamil berusia 35 tahun di kota Miri, negara bagian Sarawak. Perempuan itu pernah bekerja di Singapura pada akhir Juli lalu.

Meski begitu, Subramaniam mengatakan, keluarga dari enam pasien itu---meski pernah tinggal di satu rumah---tidak menunjukkan gejala-gejala infeksi.

Di Filipina, temuan kasus virus Zika terjadi di kawasan Iloilo, berjarak 600 kilometer arah selatan Manila.

Menteri Kesehatan Filipina Paulyn Ubial mengatakan ada dua orang warga negara itu yang positif Zika pada 5 September lalu. Perempuan pasien virus Zika di Filipina itu diyakini tertular secara lokal.

Di Filipina juga dilaporkan terdapat empat orang wisatawan asing yang tertular virus Zika. Mereka terdiri dari satu orang warga Amerika dan tiga orang Korea.

Baca: Virus Zika, Kemenkes Perketat Pemantaun Pelabuhan dan Bandara

Virus Zika pertama kali teridentifikasi di Uganda pada 1947. Virus ini menular melalui gigitan nyamuk khususnya Aedes aegypti.

Virus Zika kemudian diyakini bisa menyebabkan mikrosefalus atau kerusakan otak dan ukuran kepala janin dan bayi baru lahir, dan membuat ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Dugaan itu muncul sejak tahun lalu di Brazil, dimana virus Zika diduga kuat menjadi penyebab terjadinya 1,800-an kasus mikrosefalus pada bayi baru lahir. (Reuters/Straits Times/Bernama/Malaysia Sun/The Nation) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!