Virus Zika, Malaysia Larang Kunjungan Sekolah ke Singapura dan Filipina

Kementerian mengeluarkan edaran nasional untuk semua otoritas pendidikan negara dan tingkat kabupaten.

Minggu, 11 Sep 2016 17:46 WIB

Nyamuk Zika. Foto: Antara

KBR- Kementerian Pendidikan Malaysia memberlakukan larangan sementara di sekolah-sekolah untuk melakukan kunjungan pendidikan ke Singapura dan Filipina. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Zika.

Kementerian mengeluarkan edaran nasional untuk semua otoritas pendidikan negara dan tingkat kabupaten.

"Sebuah surat edaran yang dikeluarkan untuk semua dinas pendidikan kabupaten, departemen pendidikan negara dan sekolah untuk semua perjalanan ke Singapura dan Filipina harus ditunda untuk sementara waktu karena kasus Zika di negara-negara," New Straits Times mengutip Menteri Pendidikan Mahdzir Khalid.

Malaysia melaporkan kasus pertama Zika pada 1 September lalu, setelah seorang perempuan 58 tahun tertular virus tersebut, ketika pulang mengunjungi Singapura. Arahan Menteri Pendidikan Malaysia akan tetap berlaku, sampai ada kabar terbaru soal situasi Zika di Singapura dan Malaysia.

Untuk mengantisipasi viruz Zika, pemerintah Malaysia juga mewajibkan seluruh kendaraan dari dan menuju Singapura agar disemprot dengan obat nyamuk. Ketua Komite Kesehatan dan Lingkungan negara bagian Johor, Ayub Rahmay mengatakan, langkah ini dilakukan seiring dengan peningkatan kasus zika di Singapura. Apalagi, kata dia, Johor menjadi salah satu pintu gerbang antara Singapura dan Malaysia.

Ia pun menjelaskan, seluruh kendaraan yakni truk, bus umum, bus sekolah, mobil pribadi dan kereta api harus dipastikan terbebas dari nyamuk yang membawa virus zika. Pemerintah daerah dan aparat keamanan juga diminta fokus pada kebersihan masing-masing wilayah. (straitstimes dan channelnewsasia)


Berita lain: Hadapi Ancaman Radikal, Presiden Hollande Serukan Gerakan 'Islam Prancis'

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?