Ilustrasi. Banner Twitter terpasang di gedung Bursa Efek New York, AS. (Foto: Anthony Quintano/Flickr/Creative Commons)

KBR - Sering repot menghitung karakter yang terbatas saat hendak mengunggah foto di media sosial Twitter? Twitter dikabarkan bakal melakukan perubahan besar 19 September mendatang.

Situs The Verge mengabarkan, mulai Senin pekan depan perusahaan Twitter bakal memberi kemudahan bagi pengguna aplikasi media sosial yang selama ini dibatasi dalam 140 karakter.

Twitter tidak akan menghitung karakter saat pengguna menyertakan unggahan foto, video, animasi, jajak pendapat, dan lain-lain. Selama ini pengunggahan foto atau video di Twitter dihitung 23 atau 24 karakter.

Sekalipun foto diunggah, jumlah 140 karakter pada papan pesan tidak akan terpengaruh atau berkurang.

Dengan begitu, jumlah 140 karakter akan benar-benar dihitung dari huruf pada teks yang digunakan untuk bertukar pesan.

Fitur Twitter itu bakal memudahkan pengguna menjadi lebih fleksibel dalam menyampaikan teks pesan atau kicauan mereka.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Twitter menyatakan bakal menghentikan penghitungan jumlah karakter untuk unggahan foto, video dan lampiran lain. Namun tidak disebutkan tanggal pasti kapan perubahan itu mulai berlaku.

"Ini bakal menjadi perubahan paling menonjol yang kita buat di beberapa waktu terakhir. Perubahan seputar percakapan, dan memberi orang kebebasan penuh mengekspresikan pendapat dalam 140 karakter," kata CEO Twitter, Jack Dorsey kepada Verge, Mei lalu. "Saya senang akhirnya bisa membaca lebih banyak dialog lewat Twitter."

Media The Verge mengatakan tidak berhasil memperoleh konfirmasi resmi dari Twitter. Namun mereka mendapatkan informasi tanggal 19 September itu dari dua sumber yang dekat dengan perusahaan itu. Meskipun begitu, tanggal 19 September kemungkinan masih bisa berubah.

Sementara itu situs Quartz (qz.com) memberitakan terdapat perubahan lain jika pengguna membalas kicauan orang lain. Jika penyebutan akun (mention akun) diletakkan di depan teks pesan, maka tidak dihitung dalam 140 karakter. Misalnya: "@beritakbr Hello" maka penulisan akun @beritakbr tidak dihitung karakter.

Namun, jika penyebutan akun @beritakbr diletakkan di tengah atau di akhir pesan, akan dihitung masuk dalam 140 karakter.

Perubahan lainnya adalah aturan main penggunaan karakter titik (.) di depan akun yang hendak dibalas.

Selama ini Twitter punya aturan: jika seseorang pemilik akun Twitter mencantumkan akun lain di awal pesan, misalnya: "@beritakbr..." maka pesan tersebut tidak akan terbaca atau masuk dalam linimasa (timeline) pengikut (follower) akun si pembuat pesan, kecuali mereka mem-follow juga akun @beritakbr.

Hal ini bisa menimbulkan masalah. Twitter kemudian membantu menyelesaikan masalah itu dengan fasilitas karakter titik (.) yang bisa diketik di depan nama akun Twitter. Jika Anda menulis pesan diawali dengan ".@beritakbr" maka pesan Anda akan tetap masuk linimasa pengikut Anda, meski mereka tidak mem-follow akun @beritakbr.

Namun, dalam aturan baru, seperti dikutip Quartz dan Bloomberg, aturan penempatan karakter titik (.) ini tidak dibutuhkan lagi dan tidak perlu lagi digunakan.

Secara otomatis, Twitter akan mencantumkan pesan balasan yang diawali pencantuman akun seseorang ke dalam linimasa akun pengikut si pembuat pesan. Misalnya: kicauan pemilik akun Twitter A yang diawali dengan @beritakbr secara otomatis akan masuk ke linimasa para pengikut A, tanpa pengikut itu harus mem-follow akun @beritakbr. Tanpa perlu mencantumkan karakter titik (.) di awal pesan balasan

Perubahan lain yang bakal diterapkan adalah pemilik akun Twitter akan bisa mengirim ulang (retweet) pesannya sendiri, untuk memastikan pesannya tidak hilang ditelan linimasa.

Untuk tautan berita (links) di Twitter, yang selama ini dihitung sekitar 23 atau 24 karakter, bakal tetap dihitung namun dalam jumlah karakter yang lebih sedikit.

Sebelumnya, awal tahun ini sempat beredar rumor Twitter akan memberi ruang bertukar pesan hingga kapasitas 10 ribu karakter. Namun rumor itu kemudian dibantah CEO Twitter, Jack Dorsey. Ia mengatakan, Twitter tetap bertahan dengan 140 karakter. (The Verge.com/Quartz/CNET)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!