Pesawat Airbus A380 milik maskapai Qantas. (Foto: Christopher Neugebauer/Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas melarang para penumpangnya men-charge atau mengisi ulang batere Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan.

Gawai terbaru keluaran Samsung itu masuk daftar larangan, pasca insiden ponsel pintar sejenis meledak saat diisi ulang.

Media The Sydney Morning Herald memberitakan kasus ledakan pertama pada Galaxy Note 7 di Australia. Telepon genggam keluaran terbaru milik seorang pria asal Perth itu meledak saat diisi ulang di kamar hotel. Akibatnya, terjadi kerusakan di kamar hotel hingga menyebabkan kerugian mencapai 1,800 US dolar atau sekitar Rp23 juta.

Kasus ledakan juga terjadi di Horry County, negara bagian Carolina Utara, Amerika Serikat. Seorang pria mengisi ulang batere Galaxy Note 7 di sebuah garasi dan kemudian pergi untuk menjemput anak. Saat kembali, rumahnya terbakar dan sedang dipadamkan tim pemadam kebakaran.

"Orang-orang pada berkumpul di sini. Mereka bertanya apa aku punya sesuatu yang sedang dicolokkan di garasi? Ponselku, itu Note 7 terbaru, tadinya dicharge di garasi," kata Wesley Hartzog, pemilik ponsel itu.

Keluarga Hartzog pun harus mengungsi sambil menunggu hasil investigasi dari perusahaan asuransi dan Samsung.

Samsung merupakan pembuat ponsel pintar terbesar di dunia. Pekan lalu perusahaan itu menghentikan penjualan produk terbaru mereka, Galaxy Note 7, dan menarik sekitar 2,5 juta unit dari berbagai negara pasca kasus meledaknya ponsel tablet itu.

"Pasca Samsung Australia menarik produk Samsung Galaxy Note 7, kami meminta para penumpang yang memiliki peranti sejenis untuk tidak menyalakan atau mengisi ulang batere selama dalam penerbangan," begitu bunyi pernyataan maskapai Qantas.

Pada 2014, maskapai Qantas dan pesaingnya, Virgin Australia, mengizinkan para penumpang menggunakan peralatan elektronik selama penerbangan dengan pembatasan-pembatasan tertentu, setelah otoritas penerbangan di Australia memperlonggar aturan. Larangan penggunaan peralatan elektronik hanya berlaku selama pesawat melakukan taxi (pesawat bergerak sebelum terbang atau setelah mendarat), saat pesawat lepas landas dan saat mendarat. (AFP/Business Insider Australia/Sydney Morning Herald/BGR.com) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!