Jumlah Korban Ledakan di New York Menjadi 29 Orang

Walikota Bill de Blasio mengatakan, ledakan tersebut sebagai hal yang disengaja.

Minggu, 18 Sep 2016 15:58 WIB

Pemadam kebakaran New York City berjaga dekat lokasi ledakan kawasan Chelsea di Manhattan, New York, Sabtu (17/9). ANTARA FOTO/REUTERS

KBR- Jumlah korban luka-luka akibat sebuah ledakan di distrik Chelsea di New York City pada Sabtu (17/09) malam setempat atau Minggu (18/09) pagi waktu Indonesia tercatat sebanyak 29 orang. Mengutip BBC, Walikota Bill de Blasio mengatakan, ledakan tersebut sebagai hal yang disengaja. Meski demikian, ia mengakui tidak mengetahui kaitan ledakan tersebut dengan jaringan terorisme.

"Indikasi awal adalah ini adalah tindakan yang disengaja. Kami juga ingin mengatakan bahwa tidak ada bukti pada saat ini hubungan teror untuk kejadian ini," jelas Bill de Blasio seperti dikutip dari BBC.

Sementara itu, kepolisian kota New York menemukan benda mirip panci presto yang terhubung dengan kabel dan terkoneksi dengan telepon seluler.  Benda tersebut saat ini sudah aman.

Chelsea, merupakan distrik yang ramai di Manhattan, memiliki banyak bar dan restoran yang dipenuhi pengunjung pada akhir pekan. Salah satu saksi mata yang merupakan penjaga bar menggambarkan suara ledakan terdengar cukup keras.

"Itu adalah suara sangat keras, semuanya gemetar, jendela gemetar, itu gila, '' kata Rudy Alcide, penjaga di sebuah klub malam di dekatnya.

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Seaside Park, New Jersey, pada Sabtu lalu, sesaat sebelum ribuan pelari berpartisipasi dalam lomba amal. Tidak ada laporan kerusakan dalam peristiwa itu. Presiden Barack Obama mengatakan terus memantau penyelidikan ledakan bom tersebut. Pada hari Selasa Presiden Obama dan para pemimpin dunia lainnya yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York. (BBC)

Berita lain: California, Negara Bagian Pertama Melarang Atraksi Paus Orca


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.