Pemadam kebakaran New York City berjaga dekat lokasi ledakan kawasan Chelsea di Manhattan, New York, Sabtu (17/9). ANTARA FOTO/REUTERS

KBR- Jumlah korban luka-luka akibat sebuah ledakan di distrik Chelsea di New York City pada Sabtu (17/09) malam setempat atau Minggu (18/09) pagi waktu Indonesia tercatat sebanyak 29 orang. Mengutip BBC, Walikota Bill de Blasio mengatakan, ledakan tersebut sebagai hal yang disengaja. Meski demikian, ia mengakui tidak mengetahui kaitan ledakan tersebut dengan jaringan terorisme.

"Indikasi awal adalah ini adalah tindakan yang disengaja. Kami juga ingin mengatakan bahwa tidak ada bukti pada saat ini hubungan teror untuk kejadian ini," jelas Bill de Blasio seperti dikutip dari BBC.

Sementara itu, kepolisian kota New York menemukan benda mirip panci presto yang terhubung dengan kabel dan terkoneksi dengan telepon seluler.  Benda tersebut saat ini sudah aman.

Chelsea, merupakan distrik yang ramai di Manhattan, memiliki banyak bar dan restoran yang dipenuhi pengunjung pada akhir pekan. Salah satu saksi mata yang merupakan penjaga bar menggambarkan suara ledakan terdengar cukup keras.

"Itu adalah suara sangat keras, semuanya gemetar, jendela gemetar, itu gila, '' kata Rudy Alcide, penjaga di sebuah klub malam di dekatnya.

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Seaside Park, New Jersey, pada Sabtu lalu, sesaat sebelum ribuan pelari berpartisipasi dalam lomba amal. Tidak ada laporan kerusakan dalam peristiwa itu. Presiden Barack Obama mengatakan terus memantau penyelidikan ledakan bom tersebut. Pada hari Selasa Presiden Obama dan para pemimpin dunia lainnya yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York. (BBC)

Berita lain: California, Negara Bagian Pertama Melarang Atraksi Paus Orca


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!