Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton saat menghadiri upacara peringatan 15 tahun serangan 11 September di Monumen Peringatan Nasional 9/11 di New York, New York, Amerika Serikat, Minggu (11/9). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Selama berminggu-minggu, kubu calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump terus 'menggoreng' isu kondisi kesehatan calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Saat itu, sorotan isu terkait kesehatan Hillary yang berusia 68 tahun dianggap sebagai teori konspirasi.

Belakangan, isu itu berubah menjadi perhatian serius setelah Hillary Clinton disebut mengalami gangguan pneumonia alias gangguan paru-paru. Pneumonia merupakan penyakit sangat serius dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Meskipun kebanyakan penderita pneumonia bisa pulih kembali dalam waktu sekitar dua pekan.

Meskipun tim dokter Hillary Clinton mengklaim kesehatan sang calon sudah pulih kembali secara sempurna, publik dan media massa sibuk bertanya-tanya mengenai kondisi kesehatan Hillary yang sesungguhnya.

"Kesehatan Hillary Clinton kini benar-benar menjadi masalah utama di kampanye presiden," tulis headline Washington Post, Minggu (11/9/2016).

Hillary Clinton menjadi sorotan dunia pada Minggu pagi itu, saat menghadiri peringatan ke-15 tragedi serangan teror 11 September.

Peringatan itu dihadiri banyak tokoh dan media dari berbagai negara. Namun, Hillary hanya bisa hadir selama 1,5 jam. Saat itu para undangan sedang mengheningkan cipta mendengarkan pembacaan nama-nama korban serangan teror 11 September. Tiba-tiba, Hillary meninggalkan tempatnya.

"Saat acara, Hillary merasa kepanasan, sehingga kemudian meninggalkan tempat menuju apartemen putrinya dan setelah itu pulih kembali," kata juru bicara tim kampanye Hillary Clinton, Nick Merrill.

Hillary diangkut menggunakan mobil van dari agen Secret Service (Pasukan Pengamanan Presiden) menuju apartemen anaknya, Chelsea Clinton, di Manhattan.

Setelah sekitar 90 menit, Hillary kembali muncul ke publik dengan ceria dan melambaikan tangan kepada warga di sekitar apartemen anaknya. Ia juga berfoto dengan seorang anak di pedestrian.

"Saya merasa sehat. Ini hari yang indah di New York," kata Hillary.

Peristiwa itu menjadi perhatian, terutama karena terjadi 85 hari menjelang pemilu presiden.

Tim dokternya menyebut Hillary dirawat karena gangguan pneumonia dan dehidrasi. Sebelumnya, Hillary juga membatalkan acara dua hari kampanye ke California. Ia juga dua kali membatalkan agenda wartawan yang ingin meliput kegiatannya.

Kondisi kesehatan Hillary itu terus menjadi pertanyaan bagi kubu Donald Trump dari Partai Republik. Selama berbulan-bulan, sejumlah petinggi Partai Republik secara agresif mempertanyakan kebugaran Hillary karena kerap batuk di depan publik.

Donald Trump lewat akun Twitter-nya mengatakan dua kandidat calon presiden Amerika Serikat harus mengumumkan secara detil kondisi kesehatan masing-masing. Donald Trump sejauh ini hanya mengumumkan ringkasan kesehatannya.

Pencalonan presiden di Amerika Serikat kerap diwarnai isu-isu kesehatan para kandidat. Bahkan sejak pencalonan Franklin Roosevelt pada 1944, hingga Ronald Reagan, Bob Dole, hingga pencalonan senoator John McCain dari Partai Republik juga diwarnai isu kesehatannya.

Ronald Reagan bahkan menjadi calon presiden tertua dalam sejarah Amerika Serikat dalam usia 73 tahun. Dalam debat kampanye menghadapi lawan yang jauh lebih muda, Reagan menjawab isu kesehatan dengan mengatakan "Saya tidak akan memanfaatkan lawan saya yang usianya lebih muda dan tidak berpengalaman untuk tujuan politik."

Sepanjang Amerika Serikat memiliki 44 presiden hingga Barack Obama, hanya delapan orang presiden yang meninggal saat menjabat, dan empat orang diantaranya tewas dibunuh.

Apa yang terjadi jika Hillary Clinton gagal maju sebagai calon presiden karena sakit?

Jurnalis Aljazeera Amerika dan MSNBC, David Shuster menyebutkan para petinggi Partai Demokrat sedang mempertimbangkan untuk menggelar pertemuan darurat mengenai perlu tidaknya menyiapkan pengganti bagi Hillary Clinton.

Namun, penggantian hanya bisa dilakukan jika Hillary secara sukarela mengundurkan diri dari pencalonan. Status pencalonan presiden dari Partai Demokrat kini bergantung pada Hillary Clinton. Itu berdasarkan konsensus di Konvensi Nasional Partai Demokrat.

Jika Hillary memutuskan mundur, maka dua nama yaitu Joe Biden (73 tahun) dan Bernie Sanders (75 tahun) kemungkinan bakal mengisi kursi yang kosong. Partai bakal menggelar pemungutan pada pertemuan khusus untuk memilih kandidat calon presiden.

Tidak akan ada perubahan bagi Tim Kaine (58 tahun), yang saat ini menjadi kandidat calon wakil presiden---atau Bernie Sanders, pesaing Hillary Clinton saat konvensi. Siapapun yang terpilih menjadi bakal calon presiden, Tim Kaine akan tetap menjadi bakal calon wakil presiden.

"Sudah pernah beberapa kali partai mengubah nominator calon di saat-saat akhir menjelang pemilihan seperti pada bulan Oktober, dan pengadilan mengizinkan hal seperti itu," kata Richard Winger, pengasuh situs Ballot Access News. Bahkan ada calon pengganti yang memenangkan pemilihan, seperti calon gubernur Minnesota dari Partai Republik, Arne Carlson, pada pemilihan tahun 1990.

Kondisi kesehatan Hillary Clinton pernah beberapa kali menjadi sorotan. Pada Desember 2012, ia sempat mengalami benturan dan kemudian mengalami pembekuan darah.

Beberapa pekan lalu, ketika berpidato di Kota Cleveland, ia sempat diserang batuk. Tim kampanyenya menyebut Clinton mengalami alergi. Clinton mengatakan, "Setiap kali memikirkan Donald Trump ia mengalami alergi."

Para ahli strategi menyarankan agar tim kampanye Hillary Clinton untuk mengkonfrontasi isu kesehatan guna meredakan persoalan. Insiden di peringatan 11 September mestinya dihadapi dengan transparansi mengenai kesehatan Hillary, untuk menghindari berbagai spekulasi.

Transparansi informasi kesehatan tidak hanya menyasar Hillary, tapi juga Donald Trump.

Seorang pengamat politik Amerika dari Eurasia Group, Ian Bremmer melalui Twitternya mengatakan, "Donald Trump sekarang 70 tahun. Hillary hampir mendekati. Isu kesehatan selalu menjadi isu penting. Ini isu yang sangat genting."

Donald Trump juga diserang soal transparansi kondisi kesehatannya. Terutama karena ringkasan laporan kesehatannya menyebutkan Donald Trump sebagai "bakal calon presiden paling sehat selama proses pemilihan presiden di Amerika." Padahal, laporan itu dibuat oleh tim dokternya hanya dalam waktu lima menit saja di dalam mobil. (Telegraph, New York Times, Wall Street Journal, Guardian, Washington Post, CNN)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!