Hewan Ini Satu Langkah Lagi Menuju Punah

Status berubah dari terancam punah menjadi kritis.

Senin, 05 Sep 2016 17:30 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR- Gorila timur yang sebagian besar hidup di Kongo, Afrika, berubah statusnya dari terancam punah menjadi kritis, satu langkah lagi dari kepunahan. Ini termuat dalam laporan Kongres Konservasi Dunia yang dirilis hari Minggu lalu (4/9/2016) di Hawaii.

Laporan ini memuat penelitian yang dilakukan Wildlife Conservation Society dan telah diterima oleh The International Union for the Conservation of Nature atau IUCN. Ini adalah organisasi yang terdiri dari lembaga swasta dan pemerintah dan anggota Kongres Konservasi Dunia. 

Disebutkan saat ini diperkirakan ada sekitar lima ribu gorila timur hidup di alam liar. Jumlah ini turun 70 persen dalam 20 tahun terakhir, dimana pada pertengahan tahun 90an jumlahnya ada sekitar 16.900 individu.

Situasi politik Kongo yang tidak stabil membuat upaya konservasi sulit dilakukan, kata ahli primata Russell Mittermeier, wakil ketua eksekutif dari Conservation International dan ketua kelompok spesialis primata di IUCN.

Dalam sebuah wawancara, Catherine Novelli, pejabat di Kementerian Luar Negeri AS untuk urusan pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan, menyebut turunnya populasi gorila ini adalah tragedi buatan manusia.

IUCN menyebut perburuan liar adalah penyebab masuknya status gorila timur ke dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah. Daftar ini berisi lebih dari 80 ribu spesies dan hampir 24 ribu diantaranya terancam punah.

Dari semua spesies kera besar - gorila timur, gorila barat, orangutan Kalimantan, orangutan Sumatera, simpanse dan bonobo - hanya simpanse dan bonobo yang tidak dianggap kritis. Tapi mereka terdaftar sebagai hewan yang terancam punah.

Hewan lain di daftar itu yang bernasib lebih baik daripada kera, adalah panda raksasa. Hewan ini sebelumnya masuk daftar terancam punah tapi sekarang naik menjadi ‘rentan’. Ini setelah upaya konservasi dilakukan untuk membantu melindungi habitatnya. (nytimes, npr) 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.