Hakim Robin Camp dianggap menyudutkan korban perkosaan (foto: cbc.ca)

Hakim Robin Camp dianggap menyudutkan korban perkosaan (foto: cbc.ca)

KBR - Seorang hakim Pengadilan Federal di Kanada terancam dicopot dari jabatannya karena bertanya kepada korban perkosaan: “Mengapa kamu tidak merapatkan pahamu?”

Kasus ini terjadi pada tahun 2014 saat Hakim Robin Camp masih menjadi hakim Pengadilan Provinsi. 

Saat itu, perempuan muda berusia 19 tahun mengatakan di persidangan kalau ia diperkosa oleh seorang laki-laki di bak mandi saat berlangsungnya sebuah pesta rumah. Menurut catatan pengadilan, Hakim Camp bertanya pada korban mengapa dia tidak “memiringkan pinggulnya atau mendorong pantatnya ke bak mandi untuk menghindari penetrasi”.

Di bagian sidang yang lain dia mengatakan, “Kadang hubungan seks dan rasa sakit itu bisa dirasakan saat bersamaan… dan ini tidak selalu buruk."

Terkait hubungan seks secara umum dan terutama hubungan seks dengan perempuan muda dia berkomentar, “Perempuan muda ingin berhubungan seks, terutama jika mereka sedang mabuk." 

Hakim Camp, yang berusia 64 tahun, akhirnya membebaskan pelaku dengan pertimbangan testimoni sang pria lebih bisa dipercaya. 

Dia bahkan mengatakan pada terdakwa, “Saya ingin kamu memberitahu teman-teman kamu, teman-teman pria kamu, kalau mereka harus lebih lembut dengan perempuan. Mereka harus jauh lebih sabar. Dan mereka harus sangat berhati-hati. Untuk melindungi diri mereka, mereka harus sangat berhati-hati.”

Putusan Hakim Camp disambut dengan pengajuan banding. Sidang banding dijadwalkan berlangsung November mendatang. 

Saat ini Hakim Robin Camp tengah diperiksa oleh Dewan Pengadilan Kanada (CJC) dan dewan ini nantinya akan memutuskan apakah Camp harus dipecat dari jabatannya. Camp diangkat menjadi Hakim Pengadilan Federal tahun lalu. 

Camp sendiri sudah menyampaikan permintaan maafnya atas pertanyaan dan komentarnya pada korban pemerkosaan itu. Dia mengaku masih kurang memahami UU Kekerasan Seksual Kanada. (CNN, The Guardian) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!