Ilustrasi.

KBR- Dua pesawat pengebom (bomber) B-1B supersonik milik Amerika Serikat terbang di atas Korea Selatan pada Selasa pagi. Dilansir Reuters, pengiriman pesawat ini merupakan bentuk dukungan AS terhadap sekutunya pasca uji coba nuklir kelima Korea Utara, Jumat (9/9/2016) lalu.

Pesawat terbang dengan ketinggian rendah di atas  Osan Air Base di Korea Selatan, 77 km (48 mil) dari perbatasan Demiliterisasi Zona dengan Utara dan sekitar 40 km (mil) dari ibukota Selatan Seoul.

Pesawat bomber B-1B supersonik semestinya terbang ke Korea Selatan kemarin. pihak US Force Korea (USFK) menjelaskan penundaan dilakukan karena cuaca yang tidak baik.

Sebelumnya, pemerintah Jepang dan Korea Selatan (Korsel) memastikan bahwa Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir kelima. Hal ini dipastikan setelah terdeteksi gempa berkekuatan 5,3 SR di Korut. 

Juru Bicara Pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengonfirmasi gempa berkuatan 5,3 SR itu adalah imbas dari tes nuklir Korut. Pengamat Korea Selatan mengatakan, ini menjadi uji coba nuklir kelima dan terbesar yang pernah dilakukan Korut. Guncangan gempa sendiri terjadi di dekat lokasi tes nuklir milik Korut. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada menggambarkan tes nuklir ini sebagai ancaman besar bagi Jepang. Konfirmasi juga diutarakan oleh pihak Korsel. Mereka menyebutkan lokasi uji coba tes nuklir itu berlangsung di dekat Punggye-ri, wilayah Kilju. Korsel pun mengecam uji coba tersebut yang dianggap sebagai pelanggaran berat atas resolusi Dewan Keamanan PBB. (Reuters dan berbagai sumber)


Editor: Malika 

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!