Berbagai infrastruktur rusak di kawasan Kaohsiung, Taiwan, saat diterjang badai topan super Meranti (14/9/2016). (Foto: Antara/Reuters)

KBR - Taiwan menutup berbagai kegiatan mereka sebagai antisipasi menghadapi ancaman terjangan topan Megi. Aktivitas di Taiwan lumpuh.

Ribuan orang dievakuasi dan pemerintah menutup sekolah-sekolah maupun kantor-kantor pemerintahan di berbagai penjuru pulau Taiwan. Lebih dari 570 jadwal penerbangan domestik maupun internasional juga dibatalkan.

Begitu juga jadwal pemberangkatan kereta api dihentikan. Pemerintah juga menutup aktivitas perdagangan bursa.

Jalan tol Taiwan yang berada di pantai Pasifik antara kota Suao, Yilan dan Hualien ditutup. Begitu juga jalan tol di daratan tengah Taiwan.

Pusat Operasi Darurat Bencana Taiwan menyebut ada sekitar 5,000 orang dievakuasi dari rumah mereka. Sementara itu 36 ribu rumah mengalami pemutusan aliran listrik.

Badai topan Megi diperkirakan melanda daratan pulau Taiwan pada Selasa malam. Meski begitu saat ini di Taiwan sudah dilanda hujan deras disertai angin kencang.

Badai Topan Megi merupakan topan ketiga yang melanda Taiwan dalam dua pekan terakhir.

Biro Pusat Cuaca Taiwan memperingatkan warga Taiwan mengenai dampak topan Megi bakal menyebabkan hujan yang sangat deras hampir di seluruh wilayah Taiwan. Kondisi cuaca buruk dampak topan Megi diperkirakan masih terasa hingga Rabu (28/9/2016).

Biro Pusat Cuaca Taiwan memperingatkan warga untuk memindahkan barang-barang yang di simpan di bagian atas rumah untuk menghindari kerusakan atau menyebabkan orang cedera. Warga juga diminta tidak keluar rumah kecuali terpaksa.

Tayangan televisi di Taiwan memperlihatkan gelombang laut sangat kuat menerjang jalur pemecah ombak di kawasan timur laut Taiwan di kota Yilan maupun di Pulau Orchid. Lebih dari 3,700 wisatawan sebelumnya sudah dievakuasi dari Pulau Orchid dan Pulau Hijau yang populer bagi para turis.

Tiupan angin kencang sebagai dampak dari topan Megi berkecepatan mencapai 198 kilometer per jam di arah selatan Taiwan, khususnya di kota Halien.

Setelah menerjang Taiwan, topan Megi diperkirakan bakal melintas ke Tiongkok bagian timur sekitar 24 jam kemudian.

Terjangan topan Megi ini datang tidak kurang dari dua pekan setelah terjangan badai topan super Meranti di awal September ini. Topan super Merani merupakan topan terbesar yang pernah melanda Taiwan dalam kurun waktu 21 tahun terakhir. Topan Meranti menewaskan 2 orang.

Baca: Taiwan Siaga Tinggi Hadapi Ancaman Badai Terkuat di Dunia  

Di susul kemudian Taiwan diterjang topan yang lebih kecil dari Meranti, yaitu topan Malaka. (Focus Taiwan/AFP/CNN)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!