Badai Megi Picu Banjir & Longsor, Puluhan Orang di Tiongkok Hilang

Para petugas berhasil menyelamatkan 15 orang namun puluhan orang lain masih tertimbun longsor.

Kamis, 29 Sep 2016 12:31 WIB

Pusaran badai topan Megi yang bergerak dari Samudera Pasifik ke arah Taiwan dan menuju daratan Tiongkok. (Foto: Biro Cuaca Inggris/MettOffice.gov.uk)

KBR - Sedikitnya 32 orang dinyatakan hilang pasca banjir dan longsor melanda kawasan pedesaan di selatan Tiongkok. Banjir dan longsor terjadi karena dampak terpaan badai topan Megi.

Tim SAR Tiongkok langsung dikerahkan ke desa Sucun, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok---desa yang tertimpa longsor.

Kantor berita Xinhua menayangkan video pergerakan longsor timbunan tanah dan bebatuan bercampur air dari bukit pegunungan Zhejiang. Pegunungan ini kerap diterjang badai topan dan juga kerap longsor.

Longsor merusak sejumlah rumah. Para petugas berhasil menyelamatkan 15 orang namun puluhan orang lain masih tertimbun longsor. Situs resmi pemerintah provinsi Zhejiang menunjukkan tim SAR menggendong para korban selamat, sementara petugas lain menggali timbunan tanah longsor.

Kantor berita Tiongkok Xinhua memberitakan di desa itu sedikitnya 26 orang hilang. Sementar korban hilang lainnya tertimpa longsor di Desa Baofeng, masih di Provinsi Zhejiang.

Longsor dipicu hujan amat deras yang mengguyur bagian selatan Tiongkok, sebagai dampak terjangan badai topan Megi, pada Rabu kemarin. Topan Megi menerjang wilayah itu dari arah timur, setelah sebelumnya lebih dulu melintas Pulau Taiwan.

Badai topan Megi menewaskan sedikitnya lima orang di Taiwan dan Tiongkok dan memaksa pemerintah menutup sekolah dan perkantoran dan membatalkan ratusan penerbangan.

Hujan disertai angin kencang melanda rumah-rumah warga, bangunan publik, gedung-gedung bertingkat, hingga menyebabkan banjir bandang di berbagai tempat. Di pinggir pantai, badai menyebabkan pecahan ombak setinggi hingga lima meter.

Otoritas pemantau cuaca Taiwan menyebut badai topan Megi menyebabkan hujan dengan intensitas sangat deras dengan curah hujan mencapai 300 milimeter. Ini merupakan badai topan keempat yang melanda Taiwan dalam setahun terakhir. (AP/BBC/Reuters) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.