Pusaran badai topan Megi yang bergerak dari Samudera Pasifik ke arah Taiwan dan menuju daratan Tiongkok. (Foto: Biro Cuaca Inggris/MettOffice.gov.uk)

KBR - Sedikitnya 32 orang dinyatakan hilang pasca banjir dan longsor melanda kawasan pedesaan di selatan Tiongkok. Banjir dan longsor terjadi karena dampak terpaan badai topan Megi.

Tim SAR Tiongkok langsung dikerahkan ke desa Sucun, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok---desa yang tertimpa longsor.

Kantor berita Xinhua menayangkan video pergerakan longsor timbunan tanah dan bebatuan bercampur air dari bukit pegunungan Zhejiang. Pegunungan ini kerap diterjang badai topan dan juga kerap longsor.

Longsor merusak sejumlah rumah. Para petugas berhasil menyelamatkan 15 orang namun puluhan orang lain masih tertimbun longsor. Situs resmi pemerintah provinsi Zhejiang menunjukkan tim SAR menggendong para korban selamat, sementara petugas lain menggali timbunan tanah longsor.

Kantor berita Tiongkok Xinhua memberitakan di desa itu sedikitnya 26 orang hilang. Sementar korban hilang lainnya tertimpa longsor di Desa Baofeng, masih di Provinsi Zhejiang.

Longsor dipicu hujan amat deras yang mengguyur bagian selatan Tiongkok, sebagai dampak terjangan badai topan Megi, pada Rabu kemarin. Topan Megi menerjang wilayah itu dari arah timur, setelah sebelumnya lebih dulu melintas Pulau Taiwan.

Badai topan Megi menewaskan sedikitnya lima orang di Taiwan dan Tiongkok dan memaksa pemerintah menutup sekolah dan perkantoran dan membatalkan ratusan penerbangan.

Hujan disertai angin kencang melanda rumah-rumah warga, bangunan publik, gedung-gedung bertingkat, hingga menyebabkan banjir bandang di berbagai tempat. Di pinggir pantai, badai menyebabkan pecahan ombak setinggi hingga lima meter.

Otoritas pemantau cuaca Taiwan menyebut badai topan Megi menyebabkan hujan dengan intensitas sangat deras dengan curah hujan mencapai 300 milimeter. Ini merupakan badai topan keempat yang melanda Taiwan dalam setahun terakhir. (AP/BBC/Reuters) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!