Tragedi Mina, Petugas Tawaf Salahkan Jamaah Haji Iran

sekitar 300 jamaah haji Iran mulai bergerak dari Muzdalifah langsung ke Jamarat (tempat melempar jumrah). Padahal, semestinya mereka kembali ke tenda masing-masing untuk menunggu jadwal giliran melont

Minggu, 27 Sep 2015 18:10 WIB

Ilustrasi. (Foto: www.kemenag.go.id)

KBR - Tragedi desak-desakan di jalur melempar jumrah di Mina, Arab Saudi diduga karena ratusan jemaah haji asal Iran yang melanggar aturan.

Petugas Pelaksana Tawaf untuk jemaah haji Iran yang enggan disebut namanya menyebut, sekitar 300 jamaah haji Iran mulai bergerak dari Muzdalifah langsung ke Jamarat (tempat melempar jumrah). Padahal, seperti diberitakan media Ashraq al-Awsat dan Arab News, semestinya mereka kembali ke tenda masing-masing untuk menunggu jadwal giliran melontar jumrah.

Sementara menurut laporan Saudi Gazette, kelompok jemaah Iran itu sudah diperintahkan kembali ke tenda mereka, sehingga tidak perlu membawa barang bawaan ke Jamarat.

Alhasil, kelompok jemaah Iran itu pun berhimpitan dengan jemaah Turki dari arah berlawanan.

Desak-desakan pun tak terhindarkan dan menyebabkan lebih dari 700 orang jamaah haji tewas. Menurut Arab News, kamera CCTV merekam pergerakan 300 jemaah haji yang diduga melanggar aturan.

Di pihak lain, Ketua Komite Pusat Haji Arab Saudi Pangeran Khaled al-Faisal menyalahkan jamaah haji asal Afrika sebagai biang penyebab desak-desakan maut itu. Pernyataan itu lantas mengundang kritikan dan kecaman dari berbagai belahan dunia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.