Crane atau alat berat mesin derek yang ambruk di lingkungan Masjidil Haram Arab Saudi. (Foto: setkab.go.id)

KBR - Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan pemberian uang santunan sebesar 1 juta riyal (sekitar Rp3,8 miliar) untuk tiap keluarga korban insiden jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram, Makkah, pekan lalu.

Santunan diberikan baik untuk jemaah haji yang tewas maupun cacat fisik permanen. Sedangkan, korban yang menderita luka akan mendapatkan uang santunan sebesar 500 ribu riyal (sekitar Rp1,9 miliar), seperti dilansir harian Saudi Gazette.

Akibat kecelakaan itu, lebih dari 100 orang tewas, termasuk 10 orang jemaah haji asal Indonesia. Sedangkan ada puluhan jamaah asal Indonesia lainnya luka.

Pemerintah Arab Saudi juga menyelidiki insiden itu yang melibatkan perusahaan konstruksi raksasa Saudi Binladin Group, milik keluarga Osama bin Laden. Perusahaan ini merupakan perusahaan multinasional yang merupakan perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia.

Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan kontrak renovasi dengan Saudi Binladin Group dalam proyek renovasi Masjidil Haram. Pemerintah bahkan membekukan sementara perusahaan itu sampai penyelidikan usai.

Raja Salman melarang para pejabat perusahaan Saudi Binladin Group, kontraktor utama proyek perluasan Masjidil Haram, untuk bepergian keluar Saudi sebelum selesainya penyelidikan soal insiden in.

Perusahaan ini juga dilarang mengambil proyek konstruksi lainnya sebelum adanya putusan pengadilan.

Hingga saat ini, terdapat dugaan pelanggaran aturan keselamatan dalam pengoperasian crane, hingga crane raksasa itu ambruk. Penyidik menyimpulkan bahwa angin kencang dan pelanggaran standar keselamatan terkait posisi crane menjadi penyebab utama tragedi itu.

Para pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas keselamatan crane diduga tidak mematuhi petunjuk seperti yang tertera dalam buku manual operasional. Para pejabat perusahaan itu juga diduga tidak mengikuti ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Lingkungan Saudi.

Sebelumnya perusahaan Saudi Binladin Group dikontrak pemerintah Arab Saudi dalam proyek perluasan Masjidil Haram. Proyek itu dilakukan agar Masjidil Haram bisa menampung 2,2 juta orang jamaah dalam satu periode musim haji. (CNN/BBC)

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!