Polisi Lebanon Amankan 30-an Pengunjuk Rasa

Para pengunjuk rasa menduduki kementerian, sampai menteri Mohammad Machnouk mundur.

Rabu, 02 Sep 2015 11:17 WIB

Ilustrasi- Tumpukan sampah plastik/ANTARA FOTO.

KBR - Polisi anti huru hara menangkap 30-an pengunjuk rasa yang menduduki Kementerian Linkungan di Beirut, Lebanon. Para pengunjuk rasa menduduki kementerian, sampai menteri Mohammad Machnouk mundur. Sementara, pasukan keamanan mengepung daerah itu dan memblokir akses ke wartawan.

Sebelumnya, Para pegiat di Lebanon menduduki kementerian lingkungan, sebagai aksi terbaru unjuk rasa terkait tumpukan sampah yang membusuk di ibukota Beirut. Sebuah video di media sosial memperlihatkan barisan orang yang duduk di lantai.

Hal ini terjadi setelah unjuk rasa selama berminggu-minggu yang mengecam pemerintah gagal memindahkan gundukan sampah yang terus bertambah di jalan-jalan. Para pegiat juga menuntut segera dilakukannya pemilihan umum legislatif. (Aljazeera) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.