Kiriman Kabut Asap Indonesia Sampai ke Pantai Phuket Thailand

Kabut dampak kebakaran hutan dan lahan dari Sumatera dan Kalimantan telah menjangkau sejumlah negara di kawasan utara Indonesia. Diantaranya Singapura, Malaysia dan Thailand.

Minggu, 20 Sep 2015 15:02 WIB

Polusi asap di Kuala Lumpur Malaysia. (Foto: @Togawandering/Flickr/Creative Commons)

KBR - Otoritas Phuket mengingatkan warganya yang berusia lanjut, anak-anak dan orang dengan masalah pernapasan untuk tetap di dalam ruangan menyusul asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut.

Kabut dampak kebakaran hutan dan lahan dari Sumatera dan Kalimantan telah menjangkau sejumlah negara di kawasan utara Indonesia. Diantaranya Singapura, Malaysia dan Thailand.

Badan Pengawasan Polusi Thailand mengeluarkan peringatan sejak Sabtu 19 September menyusul hasil pengukuran kualitas udara pada Pollution Standards Index (PSI). Indeks polusi udara sudah bergerak ke angka 125, atau lima poin di atas level aman.

Direktur Kesehatan Masyarakat di Phuket, Bancha Kakong menyarankan orang tua dan anak-anak untuk tetap di dalam ruangan. Demikian juga dengan orang yang memiliki masalah pernafasan.

Ini merupakan kali pertama udara yang tidak sehat karena kabut asap tercatat di Phuket, Thailand. Kawasan Phuket merupakan salah satu destinasi wisata utama bagi Thailand, dan diperkirakan bakal mempengaruhi tingkat kunjungan wisata di negara itu.

Diperkirakan daerah di sekitar Phuket, yaitu Krabi dan Phang Nga juga terkena asap dari Indonesia.

Ini merupakan kesekian kalinya kabut asap Indonesia menjangkau Thailand. Pada 2012 dan 2013, polusi asap juga tertiup angin muson barat hingga sampai ke kawasan Thailand Selatan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.