JK: Indonesia Siap Penuhi Target SDGs

Kalla mengklaim, program pemerintah sudah banyak yang sejalan dengan target dunia.

Sabtu, 26 Sep 2015 17:06 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

KBR, New York - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Indonesia akan memenuhi target Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang telah disahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang akan menggantikan Agenda Pembangunan Millenium atau MDGs. Kalla mengklaim, program pemerintah sudah banyak yang sejalan dengan target dunia.

"Ya, bukan hal yang baru. Mungkin kita tidak mengatakan SDGs secara khusus, tapi program itu sendiri sudah termasuk dalam program pembangunan kita," ujarnya di Kantor Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat siang (25/9) waktu setempat.

Kalla mencontohkan, untuk target keamanan pangan, Indonesia punya program menggenjot produksi beras. Sementara untuk target pengurangan kemiskinan, Indonesia sudah memiliki program pembangunan pedesaan.

Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berisi 17 tujuan dan 169 target, antara lain berisi kelaparan di seluruh dunia, mengurangi angka kematian ibu, serta melindungi hutan.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.