Indonesia Lelang Nilai Sukuk Terbesar Dunia di Nasdaq Dubai

Indonesia melelang empat sukuk (obligasi atau surat berharga syariah) di bursa Nasdaq Dubai senilai 22 miliar dirham (lebih dari Rp85,8 triliun). Nilai itu merupakan yang terbesar dunia di Dubai.

Senin, 14 Sep 2015 10:34 WIB

Ilustrasi. (Foto: www.kemenkeu.go.id)

KBR - Indonesia melelang empat sukuk (obligasi atau surat berharga syariah) global di bursa Nasdaq Dubai senilai 22 miliar dirham (lebih dari Rp85,8 triliun).

Nilai itu merupakan yang terbesar yang pernah dikeluarkan oleh negara asing di bursa Nasdaq Dubai. Penawaran sukuk global dari Indonesia ini juga mengukuhkan Dubai sebagai bursa penghubung ekonomi negara-negara Islam terbesar di dunia.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menandai dibukanya penawaran empat sukuk itu secara resmi dengan menekan bel di lantai bursa Nasdaq Dubai, Minggu (13/9).

Bambang mengatakan penawaran empat sukuk itu juga memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab dan negara-negara Timur Tengah.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Bambang Brojonegoro mengatakan, Indonesia secara rutin menerbitkan sukuk ke pasar global. "Sejak kami melakukan debut internasional pada 2009, kami telah menerbitkan global Sukuk senilai 7,65 miliar dolar AS," kata Bambang. Jumlah itu setara Rp109,6 triliun rupiah.

Ketua Pusat Pembangunan Ekonomi Islam Dubai, yang juga menteri di kabinet Uni Emirat Arab, Mohammed Abdulla Al Gergawi mengatakan penawaran sukuk global Indoneia itu menjadi tonggak penting mendorong Dubai menjadi pusat ekonomi Islam global.

Selain di Nasdaq Dubai, sukuk Indonesia juga dicatatkan di Bursa Singapura.

Indonesia telah menerbitkan sukuk global sejak 2009. Pertumbuhan permintaan sukuk global dinilai cukup tinggi. Sukuk global merupakan salah satu upaya untuk memperluas sumber pendanaan bagi negara. (Xinhua/Khaleej Times/Gulfnews/Kemenkeu.go.id) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik