Paus Francis. (Foto: Antara)

KBR, New York - Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus meminta didoakan oleh kelompok non-percaya dan ateis. Hal itu disampaikan di depanĀ  tamu sidang umum PBB di markas PBB, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2015) pagi waktu setempat.

"Dari lubuk hati saya, saya akan mendoakan kalian dan keluarga kalian. Saya meminta masing-masing kalian mendoakan saya juga," kata Paus asal Argentina ini.

Dia melanjutkan, "Jika ada di antara kalian kelompok non-percaya, saya meminta semoga saya sehat selalu," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Paus Fransis dikenal terbuka kepada kelompok non-agama, non-percaya, dan ateis. Dia juga terbuka terhadap kelompok lain seperti LGBT- Paus meminta umat katolik tidak menghakimi mereka.

Paus Fransis juga dikenal karena kerendahhatiannya. Paus membuka pidato tujuh menit-nya dengan sapaan "Selamat pagi teman-teman," yang langsung disambut tawa hadirin.

Dia tidak menyapa para pejabat PBB dan pemimpin negara satu per satu, melainkan warga biasa. "Kepada para petugas, sekretaris, penerjemah, juru bersih, juru masak, juru teknis, dan petugas keamanan," ujarnya.

Untuk pekerjaannya, Paus hanya menggunakan mobil Ford sederhana dan tinggal di apartemen bukan kediaman resmi Paus.

Paus Fransiskus datang ke markas PBB di New York untuk sidang umum PBB. Sidang ke-70 ini sangat penting mengingat agenda pembangunan berkelanjutan SDGs akan disahkan dan dilaksanakan selama 15 tahun ke depan.

Dalam kunjunganya, dia berpesan agar umat manusia saling menyayangi dan menghormati. "Inilah cita-cita kita agar umat manusia jadi satu keluarga yang hidup harmonis," pungkasnya.

Selain mengunjungi markas PBB, Paus juga bertemu dengan Kongres Amerika Serikat, mengunjungi monumen peristiwa 9/11 bersama komunitas lintas-iman, serta bertandang ke Central Park. Penduduk New York dan warga negara lain berdatangan untuk melihat Paus sambil memegang bendera Vatikan.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!