Penyakit Campak Capai Rekor Tertinggi di Eropa

Campak adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, tapi makin sedikit orang yang divaksin.

Selasa, 21 Agus 2018 15:53 WIB

KBR, Jakarta - Lebih dari 41 ribu orang di Eropa telah terinfeksi campak dalam enam bulan pertama di tahun 2018, dengan 37 kasus kematian. Dilansir dari BBC, tahun lalu terdapat 23.927 kasus dan tahun sebelumnya 5.273 kasus. Menurut para ahli, lonjakan jumlah kasus infeksi terjadi karena ada makin sedikit orang yang divaksinasi.

Badan Kesehatan Dunia WHO menyerukan negara-negara Eropa untuk mengambil tindakan.

Di Inggris, sudah terjadi 807 kasus sepanjang tahun ini. Wabah itu, menurut Badan Kesehatan Masyarakat Inggris, terjadi karena banyak orang Inggris yang melakukan perjalanan ke dataran Eropa yang mengalami wabah campak.

Baca juga: Fatwa MUI: Boleh Gunakan Vaksin MR Meski Mengandung Bahan dari Babi

Campak adalah penyakit yang menular dan menyebar melalui batuk dan bersin. Infeksi berlangsung antara 7 sampai 10 hari.

Gejala lain campak adalah hidung berair, bersin, demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mata merah dan berair (konjungtivitis), bintik keabu-abuan di mulut, dan bintik-bintik merah yang timbul di sekitar garis rambut. Dua sampai empat hari setelah gejala awal, bintik merah akan menyebar ke bawah di atas kepala, leher dan sisa tubuh.

Vaksin MMR dapat mencegah infeksi, tetapi penelitian yang didiskreditkan 20 tahun lalu menyebut vaksin MMR dikaitkan dengan autisme. Ini membuat sejumlah orang berhenti mempercayai vaksin.

Asuransi Kesehatan Nasional (NHS) merekomendasikan semua anak menerima vaksin MMR ketika berusia 1 tahun dan tepat sebelum memulai sekolah.

Ukraina dan Serbia termasuk negara-negara dengan tingkat tertinggi infeksi campak di Eropa.

"Kemunduran ini menunjukkan bahwa setiap orang yang kurang diimunisasi tetap rentan, di mana pun mereka tinggal. Karena itu setiap negara harus terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi dan menutup kesenjangan kekebalan," kata Dr Nedret Emiroglu, dari Badan Kesehatan Dunia.

Dewan Tinggi Parlemen Italia baru-baru ini menghapuskan aturan tentang vaksinasi yang mewajibkan anak-anak divaksin sebelum mereka mulai bersekolah. Artinya, orangtua dari anak-anak yang tidak divaksin terbebas dari denda.

Campak adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. “Satu kasus itu terlalu banyak, dan jumlah kasus campak tahun ini sangat mencengangkan,” kata Dr Pauline Paterson dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.  

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.