Salah satu area wisata di Bangkok, Khaosan Road (Foto: Wikipedia)

Salah satu area wisata di Bangkok, Khaosan Road (Foto: Wikipedia)

KBRThailand berencana akan memaksa semua turis asing yang datang ke negara itu untuk memakai kartu SIM khusus untuk ponsel. Kartu SIM ini bisa melacak keberadaan pemakainya, di mana pun mereka berada. Tujuannya, supaya Pemerintah Thailand bisa mengetahui turis yang tinggal lebih lama dari yang semestinya (overstay) atau melakukan kejahatan. 

Dengan kartu SIM khusus ini, pihak otoritas bisa tetap melacak keberadaan turis, meski ponsel dalam keadaan mati. Aturan ini tidak berlaku bagi pekerja asing yang ada di Thailand karena mereka sudah terdaftar sebagai pekerja sesuai hukum yang berlaku. 

Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia mendukung rencana ini. Juru bicara kementerian, Pongsathorn Chansri mengatakan, langkah ini penting untuk memantau turis asing. “Ini akan sangat membantu jika ada orang asing datang dan melakukan kejahatan karena di masa lalu mereka bisa melarikan diri atau sulit untuk menemukan mereka," katanya. 

Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NTBC) Thailand akan mendiskusikan rencana ini dengan operator telepon seluler, Bea Cukai penyedia tur, kantor pariwisata dan kepolisian. Sejauh ini belum dijelaskan langkah rinci penerapan aturan tersebut. Misalnya, apakah kartu SIM khusus itu akan disediakan secara gratis atau harus dibeli oleh para turis, anggaran pemerintah untuk rencana ini dan kapan mulai diberlakukan. 

Meski begitu, rencana ini diperkirakan bakal diprotes keras oleh industri pariwisata karena dikhawatirkan bakal menurunkan jumlah turis asing yang datang. Sektor pariwisata menyumbang cukup besar dalam perekonomian Thailand. Sekitar 32 juta wisatawan asing diperkirakan mengunjungi Thailand tahun ini. Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia menyatakan, kedatangan 30 juta turis asing per tahun menyumbang 20 persen dari pendapatan Thailand. 

Selain itu, rencana ini dikhawatirkan juga akan memunculkan pasar gelap penjualan kartu SIM di seantero negeri. (ibtimes.co.uk, dailydot.com, bangkokpost)

Editor: Citra Dyah Prastuti

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!