Terinfeksi Malware, Bank di Thailand Matikan Ribuan ATM

Total ATM yang dinonaktifkan sebanyak tiga ribuan lebih mesin dari 7.000 mesin ATM yang ada

Selasa, 30 Agus 2016 22:10 WIB

Ilustrasi (sumber: Situs GSB)

KBR- Bank Penyimpanan Pemerintah (GSB) di Thailand terpaksa menonaktifkan hampir setengah dari total mesin ATM (anjungan tunai mandiri). Ini dilakukan setelah serangan malware (perangkat lunak perusak) yang membuatnya kehilangan uang setara Rp. 4,6 miliar.

Total ATM yang dinonaktifkan sebanyak tiga ribuan lebih mesin dari 7.000 mesin ATM yang ada. Mesin-mesin ATM yang terpengaruh oleh serangan ini adalah mesin bermerek NCR dari Skotlandia.

Menurut Bangkok Post, kepolisian mengklaim telah memiliki rekaman video keamanan ketika para tersangka sedang melakukan pencurian. Video tersebut memperlihatkan bagaimana para pelaku memasukkan kartu elektronik buatan Ukraina ke dalam 21 ATM yang telah terinfeksi oleh malware. Setelah itu, para tersangka mengambil jutaan baht sebelum sebagian dari mereka dikabarkan melarikan diri dari Thailand.

Presiden GSB Chartchai Payuhanaveechai mengklaim para tersangka mencuri dari bank tidak dari rekening nasabah dan GSB akan menuntut kompensasi dari pemasok ATM.

Sebelumnya, delapan bank papan atas di Taiwan terpaksa menutup aktivitasnya di ratusan ATM bulan lalu setelah pencuri menggunakan malware untuk mencuri uang tunai setara Rp. 28 miliar.

Kedelapan bank itu menangguhkan transaksi di 900 mesin ATM pasca pencurian besar dengan tiga tersangka yang terjadi pada 09 - 10 Juli di 20 cabang Bank First Commercial. Pihak berwenang menyatakan sebuah "lingkaran kejahatan terorganisir internasional" terlibat dalam pencurian ini.

(Ibtimes, Bangkokpost) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi