Perempuan Hong Kong yang Disebut Terjangkiti Zika, Kini Dinyatakan Negatif

Padahal sebelumnya, pusat perlindungan kesehatan menyatakan, seorang perempuan (38 tahun) diduga terjangkit Zika setelah dua pekan di Karibia.

Sabtu, 27 Agus 2016 21:36 WIB

Ilustrasi: Sampel darah dengan virus zika. (Foto: AFP)

KBR - Pemerintah Hong Kong menyatakan hasil tes terhadap pasien yang diduga mengidap penyakit Zika pertama di negara ini, dinyatakan negatif. Padahal sebelumnya, pusat perlindungan kesehatan menyatakan, seorang perempuan (38 tahun) diduga terjangkit Zika setelah dua pekan di Karibia.

Mulanya perempuan itu dirawat dan diuji di rumah sakit setelah mengeluhkan gejala nyeri sendi dan mata merah. Namun, hasil pengujian laboratorium menyimpulkan, darah dan urin pasien menunjukkan hasil negatif atas virus tersebut.

Meski begitu, hasil tes akhir itu tak menjelaskan perbedaan hasil tes sebelumnya yang menduga pasien tersebut terkena virus Zika.

Baca juga:

Penyakit zika mulai terdeteksi di Brazil pada 2015. Kemudian penyebarannya menjangkau ke daratan Amerika. Zika menimbulkan risiko lahir cacat bagi kandungan ibu hamil. Hingga kini terdapat 1.800 kasus mikrosefali yang dikaitkan dengan virus zika di Brazil. (Channel News Asia/Reuters)




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".