Ilustrasi bendera Pakistan. (Foto: Imtiaz Ahmed/Flickr/Creative Commons)

KBR - Kantor televisi swasta Pakistan ARY diserang massa dari kelompok pendukung partai politik Muttahida Qaumi Movement atau MQM di negara bagian Karachi. Massa juga terlibat bentrok dengan polisi pada Senin kemarin. Sedikitnya satu orang tewas dan tujuh orang luka dalam bentrokan itu.

Kekerasan terjadi setelah pemimpin MQM Altaf Hussain yang berada di pengasingan di Inggris menginstruksikan kepada para pendukungnya untuk menyerang media yang tidak memberikan liputan berimbang mengenai aksi mogok makan massa MQM.

Para pendukung Altaf Hussain dan MQM sebelumnya menggelar aksi mogok makan selama sepekan menentang pemerintahan Pakistan. Aksi itu menolak tudingan dari pemerintah bahwa massa MQM terlibat kekerasan.

Instruksi Altaf Hussain lewat telefon itu juga menyuarakan pidato anti pemerintah Pakistan.

Setelah mendapat instruksi itu, mereka turun ke jalan, terlibat bentrok senjata dengan polisi. Mereka juga menyerang stasiun televisi, melempari pintu dan jendela serta peralatan di dalamnya dengan batu dan benda-benda lain. Massa juga mencoba membakar kendaraan.

"Kami terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, ketika mereka mencoba menyerang kantor stasiun televisi," kata petinggi polisi Pakistan Saqib Ismail, sebagaimana diberitakan AFP.

Kekerasan itu menyebabkan korban dari warga sipil. Satu orang tewas belum teridentifikasi.

"Satu orang dibawa ke rumah sakit, meninggal terkena peluru," kata Direktur rumah sakit pemerintah, Seemi Jamali seperti dikutip AFP. Tiga orang yang terluka merupakan pegawai perusahaan media.

Polisi Pamong Praja setempat menangkap pemimpin MQM di Pakistan Farooq Sattar saat hendak menggelar konferensi pers di Karachi, Senin malam.

MQM merupakan partai politik yang dikendalikan Altaf Hussain dari pengasingan di London Inggris. Altaf dituding terlibat penyiksaan dan pembunuhan untuk berkuasa. MQM juga dituding terlibat dalam serangkaian kekerasan etnis di Karachi. Massa MQM kerap terlibat kekerasan dengan aparat.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif tidak akan mentoleransi setiap pidato yang bersifat anti pemerintah. Bahkan setiap kata dari pidato Altaf Hussain harus dipertanggungjawabkan.

"Pernyataan anti-Pakistan melukai sentimen warga Pakistan. Siapa pun tidak diizinkan mengeluarkan pernyataan negatif tentang Pakistan. Mereka yang mengeluarkan pernyataan anti-Pakistan tidak akan diampuni," kata Nawaz Sharif.

Pemerintah Provinsi Sindh yang menaungi Kota Karachi menyatakan akan menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi kondisi keamanan di ibukota itu.

Partai MQM pernah ikut dalam pemerintahan di Pakistan sejak 1980-an. Namun pada 2013, para tokoh dari partai ini mundur dari pemerintahan maupun parlemen sebagai bentuk protes karena pemerintah menuding keterlibatan Partai MQM dengan berbagai aksi kekerasan.

Pada 2006, pemerintah Kanada menyatakan MQM sebagai organisasi teroris. Kanada melarang setiap anggota dari MQM mengunjungi negara itu. MQM juga dinyatakan sebagai ancaman serius bagi keamanan Kanada.

Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Karachi, menyebutkan MQM memiliki kelompok milisi bernama Good Friends yang beranggotakan 35 ribu orang, dimana 10 ribu orang diantaranya masih aktif. Tuduhan itu dibantah petinggi MQM.

Sumber: AFP/Reuters/Dunyanews/Dawn 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!