Kebakaran Hutan dan Lahan di Portugal, 400 Warga Dievakuasi

Rabu, 10 Agus 2016 10:24 WIB

Twitter

KBR, Lebih dari 400 orang dievakuasi dari pulau Madeira, Portugal, setelah kebakaran hutan menghancurkan sejumlah bangunan di dekat ibukota, Funchal. Sedikitnya 27 rumah rusak di pulau yang menjadi destinasi wisata favorit itu.

Dikutip dari BBC, Rabu (10/8/2016), Gubernur Miguel Albuquerque mengatakan satu orang menderita luka bakar serius dan puluhan lainnya membutuhkan pengobatan setelah menghirup asap kebakaran. Asap kebakaran yang dihembuskan oleh angin juga telah mengganggu penerbangan di bandara.

Kebakaran yang melanda Portugal sejak sabtu (6/8/2016) lalu itu mengundang simpati Netizen. Tagar #PrayForPortugal sempat menjadi trending topic pagi tadi ketika kobaran api mulai mengarah ke kota kelahiran Cristiano Ronaldo itu.


Albuquerque mengatakan kebakaran di wilayah Funchal telah dikendalikan.

Ramalan cuaca mengatakan suhu dingin akan membantu meredakan situasi.

Lebih dari 2.000 petugas pemadam berjuang keras memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di seluruh Portugal bagian utara sejak Sabtu pekan lalu.  Petugas pemadam kebakaran mengatakan bukit terjal dan hutan lebat membuat mereka kesulitan mengatasi kebakaran.



    

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.