Ilustrasi lambang lima cincin Olimpiade di Olympic Park di Rio, Brazil. (Foto: ANTARA)

KBR - Dua perenang Amerika Serikat peraih medali emas Olimpiade Rio Brazil batal pulang karena tidak mendapat izin dari otoritas pemerintah Brazil. Mereka kini ditahan di Bandara Internasional Rio de Janeiro.

Dua perenang itu adalah Jack Conger dan Gunnar Bentz. Mereka adalah peraih medali emas di cabang renang estafet gaya bebas 4x200 meter.

Meskipun sebelumnya mereka sudah dinyatakan lolos dari pemeriksaan bagasi dan kepabeanan, namun kemudian mereka dicegah meninggalkan negara itu.

"Kami dapat memastikan Jack Conger dan Gunnar Bentz dikeluarkan dari jadwal penerbangan menuju Amerika Serikat oleh otoritas Brazil.. Kami masih mencari tahu apa yang terjadi," kata juru bicara Komite Olimpiade Amerika Serikat Patrick Sandusky dalam pernyataannya yang kemudian dikutip New York Times, Washington Post dan sejumlah media.

Penahanan dua perenang AS itu diduga terkait dengan pengakuan mereka menjadi korban perampokan, bersama dengan dua perenang AS lainnya yaitu James Feigen dan Ryan Lochte.

Pada Rabu kemarin, seorang hakim di Brazil memerintahkan agar paspor atas nama dua perenang AS James Feigen dan Ryan Lochte ditahan, terkait dengan pengakuan yang berbeda-beda mengenai kasus perampokan yang mereka alami pasca para atlet pesta di sebuah klub malam Prancis di lokasi Olimpiade. Ada empat atlet AS yang saat itu keluar dari klub pesta, termasuk Jack Conger dan Gunnar Bentz.

Hakim Keyla Blanc de Cnop dalam pernyataannya menyebutkan ada kemungkinan perbedaan versi pengakuan dari para korban perampokan itu yang diberikan kepada polisi. Pernyataan itu dimuat di situs pengadilan setempat.

Hakim Blanc mengatakan, dari keterangan ke polisi, atlet Ryan Lochte mengaku rombongan mereka dicegat seorang perampok yang meminta semua uang mereka sebanyak 400 dolar AS. Namun atlet lain yaitu James Feigen menyebutkan ke polisi bahwa yang memberhentikan mereka ada beberapa orang perampok, namun hanya satu orang bersenjata.

Hakim juga mempertanyakan soal keterangan waktu kedatangan Lochte dan kawan-kawannya ke perkampungan atlet. Menurut Video yang dimiliki Daily Mail, para atlet melewati titik pemeriksaan pada pukul tujuh pagi waktu setempat, atau kurang lebih empat jam sesudah acara pesta semestinya selesai.

Media Daily Mail mempublikasikan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi yang menunjukkan beberapa orang datang ke perkampungan atlet Olimpiade di Rio. Sejumlah orang Brazil bereaksi marah atas tayangan itu karena menganggap laporan perampukan itu palsu, dan mulai bertanya-tanya apa yang terjadi saat itu.

Pemberitaan kasus perampokan terhadap atlet Amerika itu terjadi pada Minggu lalu. Setelah itu informasi yang muncul jadi membingungkan. Juru bicara Komite Olimpiade Internasional menyebut laporan perampokan itu "sungguh-sungguh tidak benar". Namun setelah itu si juru bicara meralat, dan meminta maaf atas informasi sebelumnya.

Lochte kemudian menceritakan ke media USA Today, bahwa ia dan para atlet lain tidak segera melapor ke Komite Olimpiade AS karena takut kena masalah.

Sementara kepada NBC, Lochte mengatakan ia bersama tiga perenang AS termasuk Feigen dirampok saat taksi yang mereka tumpangi dicegat orang. Para perenang lain disuruh tengkurap di lantai, namun Lochte menolak.

Saat ini Lochte dikabarkan sudah keluar dari Brazil. Sementara Feigen dikabarkan masih berada di Brazil namun menolak berkomentar.
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!