Ilustrasi (Foto: cotemedia.com)

Ilustrasi (Foto: cotemedia.com)

KBR - Sepanjang akhir pekan lalu, Facebook membanjiri artikel Trending yang tidak biasa. Usut punya usut, artikel tersebut adalah berita bohong. Penyebabnya lantaran kurasi artikel Trending kini diserahkan kepada mesin, bukan lagi manusia. 

Salah satu artikel bohong yang dimuat Facebook di bagian Trending adalah berita mengenai pembawa acara stasiun televisi Fox News, Megan Kelly. Dia disebut telah dipecat karena terbukti mendukung kandidat Presiden AS, Hillary Clinton. Faktanya Megyn Kelly masih bekerja di Fox News dan belum mendukung Hillary Clinton sebagai presiden.

Facebook telah menghapus artikel yang menyinggung ini yang diterbitkan sebuah situs web bernama Ending the Fed dan terhubung dengan situs yang tidak dikenal, Conservative 101. 

Tugas kurasi artikel Trending selama ini dilakukan oleh tim, namun kini telah diserahkan Facebook kepada algoritma komputernya. Pada Jumat pekan lalu, Facebook memecat kurator dan editor manusia yang selama ini bertugas memilih artikel untuk ditampilkan di Trending. 

Pemecatan itu dilakukan secara tiba-tiba dalam pertemuan tertutup yang dijaga oleh pihak keamanan perusahaan. Karyawan-karyawan kurator Trending itu diberi pesangon satu bulan gaji.

Pemecatan tim modul Trending tampaknya telah menjadi rencana jangka panjang di Facebook. Sebuah sumber mengatakan kepada Guardian, kalau modul Trending dimaksudkan untuk "belajar" dari keputusan kurasi editor manusia dan pada akhirnya dimaksudkan untuk dilakukan secara otomatis seutuhnya. 

Algoritma ala manusia

Pada Mei lalu, harian The Guardian mengungkapkan sejauh mana algoritma berita Facebook dipandu oleh manusia. Pengungkapan itu memicu tuduhan potensial bias di jaringan sosial yang menjadi distributor berita terbesar di dunia.

Berdasarkan pedoman lama Facebook, kurator berita berpegang pada daftar sumber media terpercaya. Dan kedua situs itu tidak satu pun ada dalam daftar. Dan menurut pedoman itu tren Facebook dimonitor untuk menyingkirkan tulisan-tulisan yang berpotensi menyinggung atau tidak pantas.

Seperti sebelumnya, artikel Trending akan menentukan cerita-cerita yang jadi tren berdasarkan jumlah mention dan peningkatan tajam dalam jumlah mention dalam waktu yang singkat.

Dengan mengakhiri tim editor dan kurator berita manusia dan memperkenalkan perubahan ini, Facebook percaya ini akan membuat ‘makin sedikit keputusan pribadi tentang berbagai topik.’ (theguardian, techtimes) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!