Nyamuk dikembangbiakkan di dalam Pusat Vektor Kontrol Bersama untuk Penyakit Tropis Universitas Sun Yat-Sen-Universitas Negeri Michigan, "pabrik nyamuk" terbesar di dunia yang mengembangbiakkan jutaan nyamuk bakteri yang terinfeksi, dalam usaha melawan pe

KBR, Jakarta - Departemen Kesehatan Singapura telah mengonfirmasi 41 kasus infeksi virus Zika yang menular secara lokal pada Minggu (28/8/2016).

Depkes Singapura (MOH) bersama National Environment Agency menyatakan, dari total 41 orang 34 di antaranya dinyatakan sudah pulih. Sedangkan tujuh orang lainnya yang masih mengidap gejala dan berpotensi menular, sedang dirawat di Rumah Sakit Tan Tock Seng.

Para pengidap, sebut pihak berwenang, merupakan penduduk atau pekerja di wilayah Aljunied Crescent atau Sims Drive. Menurut NEA dan Depkes, para pengidap virus belum diketahui apakah mereka telah berpergian ke daerah yang terdapat Zika dan menduga bahwa semuanya terjangkit di Singapura.

“Untuk saat ini, transmisi dari masyarakat nampaknya berlokasi di dalam wilayah Aljunied Crescent atau kluster Sims Drive,” ujar Benjamin Ong, Direktur Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Singapura.

Sebanyak 36 pengidap virus Zika merupakan pekerja asing yang bekerja di lokasi konstruksi Sims Drive. Selain itu, pengidap lainnya merupakan orang Singapura berusia 21 hingga 65 tahun.

“Mengingat bahwa Virus Zika ini disebarkan oleh nyamuk Aedes, Departemen Kesehatan tidak bisa mengesampingkan transmisi  (penularan) berlanjut di Singapura, karena beberapa dari mereka yang dinyatakan positif  juga tinggal atau bekerja di daera lain (selain Aljunied Crescent atau Sims Drive),” ujar Benjamin Ong.

Departemen Kesehatan mengaku akan terus mengawasi kontak yang dilakukan oleh kasus tersebut, dan akan melakukan tes di luar daerah Aljunied Crescent atau Sims Drive. (Channel News Asia/Reuters)




Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!