Bom Bunuh Diri di Rumah Sakit Pakistan, 42 Orang Meninggal

Bom meledak di pintu masuk ruang gawat darurat ketika puluhan pengacara berkumpul dalam suasana berkabung memprotes pembunuhan atas pengacara terkenal Pakistan, Bilal Anwar Kasi, senin pekan lalu.

Senin, 08 Agus 2016 15:19 WIB

Dokumen foto dampak ledakan bom di Pakistan. (Antara/Reuters)

ARTIKEL TERKAIT

KBR- Sebuah bom meledak di Rumah Sakit Umum Quetta yang terletak di sebelah barat daya Pakistan. Bom menyebabkan sedikitnya 42 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. 

Bom meledak di pintu masuk ruang gawat darurat ketika puluhan pengacara berkumpul dalam suasana berkabung memprotes pembunuhan atas pengacara terkenal Pakistan, Bilal Anwar Kasi, senin pekan lalu. 

Dilansir BBC, pengacara dan wartawan yang meliput aksi protes tersebut menjadi korban terbanyak ledakan bom. 

Pengacara Baz Muhammad Kakar dan Juru Kamera Aaj TV, Shahzad Khan termasuk dalam korban yang meninggal dalam ledakan tersebut. 

Polisi senior Pakistan, Zahoor Ahmed Afridi, kepada Guardian mengatakan, belum jelas apakah penembakan pengacara dan pengeboman tersebut berhubungan atau tidak.

“Sekurangya ada 100 orang pengacara dan masyarakat biasa yang berkumpul di sana,”kata Afridi, Senin (8/8/2016).

Polisi memastikan ledakan bom tersebut merupakan aksi bom bunuh diri. Selain itu, ada aksi penembakan lepas ledakan bom tersebut.

Pemerintah Pakistan menyatakan saat ini penyelidikan terkait ledakan tersebut tengah berlangsung. “Serangan tersebut merupakan aksi terorisme,”kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, Sarfraz Bugti.

Sebelumnya, beberapa serangan serupa juga terjadi di Quetta, ibukota provinsi Baluchistan ini. Aksi demi aksi tersebut diduga terkait dengan terkait dengan pemberontakan separatis serta ketegangan sektarian dan kejahatan.  (Sumber: BBC, VOA,The Guardian)

Editor: Malika 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.