Pertemuan tingkat menteri ASEAN di Kuala Lumpur membahas soal kabut asap (Foto: Channel News Asia)

Pertemuan tingkat menteri ASEAN di Kuala Lumpur membahas soal kabut asap (Foto: Channel News Asia)

KBR – Negara-negara ASEAN sepakat untuk mengadopsi peta jalan (roadmap) aksi kolaboratif untuk menanggulangi kabut asap lintas perbatasan. Roadmap ini diadopsi dengan tujuan mencapai ASEAN yang bebas asap pada tahun 2020.

Hal ini diumumkan usai pertemuan tingkat menteri di ASEAN soal kabut asap Kamis (11/8/2016). Pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini adalah yang pertama sejak kabut asap melanda Indonesia, Malaysia dan Singapura selama berminggu-minggu pada 2015 lalu.

Roadmap ini diberi nama Kerjasama ASEAN untuk Pengendalian Kabut Asap Lintas Batas Negara dengan Berbagai Implementasi. Ini berperan sebagai kerangka kerja untuk mencapai tujuan ASEAN bebas asap 2020. Sayangnya tidak ada penjelasan detil soal isi roadmap ini. 

Target ASEAN bebas asap tahun 2020 dianggap sebagai sebuah tujuan yang ambisius, mengingat kabut asap nyaris selalu terjadi setiap tahun. Meski begitu, Singapura, sebagai salah satu negara yang paling terdampak, menaruh harapan besar.

“Saya rasa jika semua orang melakukan apa yang harus dilakukan, dan ada keinginan politik serta penegakan hukum, saya yakin ini bisa tercapai,” kata Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli. “Tapi semua harus berperan, termasuk konsumen di Singapura. Kita tidak bisa mengeluh soal asap tapi membeli produk yang dihasilkan dari area konsesi yang menghasilkan asap.”

Sementara itu Menteri Sumber Daya Alam Malaysia Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan, Indonesia sudah memberi jaminan kalau tahun ini kabut asap tidak akan separah yang terakhir.

ASEAN juga menegaskan dukungan kepada Indonesia untuk memimpin Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Kabut Asap. Pusat koordinasi ini dirancang sebagai tempat untuk mengatur dan menyinkronkan pendampingan regional dalam menanggulangi kabut asap. Singapura dan Malaysia memastikan siap berbagi sumber daya dan tenaga untuk membantu Indonesia.  

Menteri KLHK Siti Nurbaya tidak hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang menghadiri peringatan Hari Konvervasi di Bali.

“Kami sudah menderita akibat kebakaran hutan, karena itu sudah ada banyak inisiatif yang dilakukan,” kata Arif Yuwono selaku perwakilan Indonesia ketika ditanya soal komitmen Indonesia soal penanggulangan kabut asap. Menurut Arif, Presiden Joko Widodo juga sudah memberi perintah untuk secara serius mengatasi dan mencegah kebakaran lahan dan hutan.

“Total tiga ribu anggota militer dan polisi sudah ditempatkan untuk mengawasi situasi kabut asap. KLHK juga sudah memerintahkan 708 desa untuk memadamkan api di lapangan. Indonesia akan mengandalkan warganya dulu sebelum minta tolong kepada negara-negara ASEAN dalam mengatasi kebakaran lahan,” tambah Arief.

Indonesia sebelumnya sudah meratifikasi kesepakatan tentang polusi kabut asap lintas batas negara (transboudary haze pollution) pada 2014 lalu. 

Tahun depan, pertemuan ASEAN soal kabut asap akan dilakukan di Brunei Darussalam. (channel news asia, thestar.com.my, straitstimes) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!