UNESCO: Penghancuran Kuil Kuno adalah Kejahatan Perang

Penghancuran kuil telah menghilangkan pengetahuan bangsa Suriah soal pengetahuan, identitas dan sejarah mereka.

Selasa, 25 Agus 2015 09:26 WIB

Situs kuno Palmyra di Suriah (Foto: Reuters)

Situs kuno Palmyra di Suriah (Foto: Reuters)

KBR - Badan Kebudayaan Dunia PBB UNESCO menyebut penghancuran kuil kuno Baalshamin di Palmyra, Suriah oleh ISIS, sebagai kejahatan perang. 

UNESCO mengatakan aksi tersebut sebagai kehilangan besar bangsa Suriah dan kemanusiaan. Direktur Jenderal UNESO, Irina Bukova berujar penghancuran bangunan peninggalan Romawi berumur dua ribu tahun itu untuk menghilangkan pengetahuan bangsa Suriah terhadap pengetahuan, identitas dan sejarah mereka.

Penghancuran dilakukan setelah kelompok itu membunuh arkeolog Khaled Asaad yang mengabdi untuk melestarikan situs tersebut. Ketua Cagar Budaya Suriah, Maamoun Abdulkarim mengatakan ISIS telah menghancurkan warisan sejarah itu kemarin. Namun pegiat HAM di Inggris menyebut, penghancuran telah dilakukan sejak sebulanan lalu. Palmyra merupakan salah satu situs kuno penting di Timur Tengah. Kota itu dikuasai ISIS pada bulan Mei. (BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.