Turki Batalkan Bebas Visa Libya

Perjanjian bebas visa yang berlaku sejak 2009, membuat negara Afrika Utara makin terisolasi.

Rabu, 26 Agus 2015 12:48 WIB

Pejuang anti-Gaddafi menggelar perayaan saat juru runding Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya bertemu dengan tetua suku Bani Walid di sebuah masjid dekat kota yang dikepung/ANTARA FOTO.

KBR - Turki membatalkan perjanjian visa untuk Libya. Perjanjian bebas visa yang berlaku sejak 2009, membuat negara Afrika Utara makin terisolasi.

Turki merupakan satu dari sedikit negara yang memberlakukan bebas visa kepada Libya. Turki juga menjadi tujuan wisata utama bagi warga Libya yang kini dicengkeram kekacauan, empat tahun setelah Muammar Gaddafi tersingkir.

Sebagai info, warga Libya tak mudah mendapatkan visa ke negara-negara Eropa atau Arab karena banyak kedutaan meninggalkan Tripoli tahun lalu. Penutupan kedutaan tersebut dilakukan setelah kelompok bersenjata yang menamakan diri mereka Libya Dawn mengusir pemerintahan yang diakui oleh dunia internasional ke timur Libya. CNN 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.