Ratusan Ribu Imigran Pencari Suaka Bakal Banjiri Jerman

Pencari suaka banjiri Eropa

Rabu, 19 Agus 2015 11:00 WIB

Ilustrasi imigran (Foto: KBR/Erwin)

KBR - Pemerintah Jerman memprediksi jumlah imigran pencari suaka tahun ini yang datang ke negara mereka akan meroket hingga 750 ribu orang. Prediksi ini meningkat dari perkiraan semula yaitu 450 ribu orang. Peningkatan perkiraan jumlah pencari suaka ini menyusul membludaknya warga dari Afrika dan Timur Tengah yang membanjiri Eropa.

Badan pengendali perbatasan Uni Eropa mengatakan bahwa hampir 110 ribu imigran masuk ke benua itu pada Juli. Sejauh ini pada 2015, sudah 340 ribu imigran yang masuk Eropa. Jerman adalah negara paling banyak menerima imigran pencari suaka di Eropa. Akibatnya kota-kota di negara itu kewalahan. Kebanyakan imigran adalah warga dari daerah konflik seperti Suriah dan Irak atau negara miskin seperti Eritrea.

Setelah Jerman, Swedia adalah penerima imigran terbanyak di Eropa. Pada 2014, Swedia menerima 81.200 aplikasi suaka dan jumlahnya terus meningkat. Pengungsi masih terus berdatangan, sebagian besar melalui cara berbahaya mengarungi lautan, berkumpul mulai dari Yunani hingga Perancis. (Reuters)


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik