Militer Tiongkok: Ada Ratusan Ton Sianida di Lokasi Ledakan

Ledakan pada beberapa hari lalu itu menewaskan lebih dari 100 orang dan 700 orang luka.

Minggu, 16 Agus 2015 18:10 WIB

KBR - Militer Tiongkok mengakui ada ratusan ton bahan kimia sianida sangat berbahaya yang tersimpan di lokasi ledakan dahsyat di pelabuhan kota Tianjin Tiongkok. Ledakan pada beberapa hari lalu itu menewaskan lebih dari 100 orang dan 700 orang luka. 

Pernyataan itu disampaikan Shi Luze, seorang petinggi militer senior di Tianjin. Kandungan sianida teridentifikasi di dua lokasi ledakan. Militer Tiongkok mengirim ahli kimia dan ahli nuklir ke lokasi ledakan untuk mengetahui penyebabkan ledakan serta kemungkinan bahaya susulan. Informasi ini membuat warga khawatir mengenai kandungan bahan berbahaya di lokasi ledakan. 

Sebelumnya pemerintah Tiongkok memblokir situs internet yang dianggap menyebarkan kabar bohong soal kandungan bahan kimia berbahaya di lokasi ledakan itu. Ledakan di pelabuhan kota Tianjin beberapa hari lalu dianggap setara dengan ledakan 12 ton bahan peledak bom TNT. 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.