Hiu Mati Terjaring Pukat Nelayan di Singapura

Nelayan mengaku tidak tahu efek pukat merusak alam.

Minggu, 16 Agus 2015 19:07 WIB

(Foto: www.flmnh.ufl.edu)

(Foto: www.flmnh.ufl.edu)

KBR - Sebanyak 13 hiu karang blacktip dan lebih dari 30 kepiting dari berbagai jenis ditemukan di tiga jaring ikan di Kepulauan Lazarus
Singapura pagi tadi. Semua hiu yang tertangkap pukat itu mati, meskipun sejumlah kepiting berhasil bertahan.

Laboratorium Kelautan Pulau St John membekukan bangkai itu dan akan dikirimkan ke Museum Sejarah Alam Lee Kong Chian untuk dianalisis. Laboratorium yang juga bagian dari Institut Ilmu Kelautan Singapura meminta penangkapan ikan di wilayah itu agar lebih ramah lingkungan. 

Institut tersebut turut menyertakan pernyataan mereka, bahwa nelayan yang sebelumnya meletakkan pukat itu menyesali perbuatannya dan tidak mengetahui soal efek jaring yang merusak alam. (The Straits Times) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.