Dinilai Langgar Perjanjian Gencatan Senjata, Korsel Tuntut Korut Minta Maaf

Korsel mengatakan tentara Korut menyelinap melintasi perbatasan dan meletakkan ranjau.

Selasa, 11 Agus 2015 14:38 WIB

Ilustrasi. Kawasan demiliterisasi Panmunjom di perbatasan Korea Utara-Selatan. Foto: Antara

KBR - Istana negara Korea Selatan, Blue House, mendesak Korea Utara meminta maaf atas ketegangan militer yang melukai dua tentaranya akibat ranjau darat di area perbatasan. 

Seperti dikutip AFP, Selasa (11/8/2015), juru bicara Presiden Park Geun-Hye, Min Kyung-Wok, mengatakan Korut bertanggung jawab atas provokasi yang merupakan pelanggaran dari perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1950-1953.

Korsel mengatakan tentara Korut menyelinap melintasi perbatasan dan meletakkan ranjau. Tiga dari beberapa yang diletakkan terinjak penjaga perbatasan Korsel. Satu tentara mengalami luka parah hingga kedua kakinya harus diamputasi, dan rekan lainnya diamputasi satu kaki. Insiden ini menambah ketegangan antar lintas perbatasan, menjelang peluncuran latihan militer Korsel-Amerika Serikat pekan depan. Juru bicara Blue House, Min, mengatakan Korea Utara harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ranjau ini. (AFP)

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.