Ilustrasi data Wikileaks. Foto: Antara

KBR - WikiLeaks kembali membocorkan 20 ribu email milik petinggi Partai Demokrat di Amerika Serikat. Bocoran data yang tidak disebutkan sumbernya itu, diperkirakan dapat memecah belah anggota Partai Demokrat. Sebab, isi email tersebut menunjukkan ketidaknetralan dukungan beberapa pemimpin Partai Demokrat saat seleksi kandidat calon presiden.

Mengutip VOA, dalam email tersebut terlihat beberapa pemimpin Partai Demokrat lebih mendukung  Hillary Clinton dibanding saingannya Senator Bernie Sanders, meski di depan publik, mereka mengklaim netral.

“Apa yang sudah kami ketahui beberapa waktu ini, yaitu bahwa anggota-anggota Komite Nasional Partai Demokrat (DNC)  secara aktif membantu Clinton dan berupaya mengganggu kampanye Bernie Sanders,” jelas Manajer tim kampanye politik Sanders , Jeff Weaver seperti dikutip dari VOA.

Selain soal dukungan kepada Hillary Clinton, email tersebut juga membahas sejumlah isu lainnya. Di antaranya soal bagaimana menanggapi pertanyaan wartawan dam hubungan yang intensif dengan pejabat-pejabat gedung putih.

Bernie Sanders memenangkan 22 dari 50 pemilihan pendahuluan, sementara Hillary Clinton mendapatkan serangkaian kemenangan di negara-negara bagian berpenduduk terbanyak di Amerika.

Dalam kampanyenya, Bernie Sanders menyuarakan perlawanan terhadap pengaruh keuangan para petinggi Wall Street dan meningkatnya kesenjangan pendapatan di Amerika. Sementara Hillary dalam beberapa kesempatan menekankan pada terorisme dan keamanan. (VOA)

Baca juga: Pemilu Australia: Turnbull Umumkan Kemenangan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!