Bendera Prancis dikibarkan setengah tiang. (Foto: Andy Mitchell/Flickr/Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Lebih dari 70 orang tewas setelah sebuah truk menabrak kerumunan orang di perayaan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis, Kamis (14/7/2016) malam.

Pejabat di Prancis menyebutkan selain menabrakkan truk ke kerumunan orang, pengemudi kendaraan besar itu juga menembakkan senjata ke orang-orang yang sedang melakukan perayaan. Pengemudi tewas setelah ditembak polisi.

Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan negara dalam keadaan darurat, pasca teror itu. Ia mengatakan sebanyak 77 orang tewas dalam insiden serangan teror truk itu, termasuk anak-anak.

"Kita menyaksikan aksi kekerasan yang sangat brutal, dan karena itu kita harus melakukan segala cara untuk memerangi terorisme ini," kata Hollande.

Status negara dalam keadaan darurat yang sebelumnya diberlakukan dan berakhir 26 Juli mendatang, akan diperpanjang tiga bulan hingga Oktober.

"Atas kejadian ini kita akan tunjukkan benar-benar kekuatan dan aksi militer kita di Suriah dan Irak," kata Hollande.

Truk itu melaju kencang ke kerumunan di Promenade des Anglais, jalur pejalan kaki di pinggir pantai di Nice. Selain puluhan orang tewas, 50-an orang lain luka.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melalui akun Twitternya menyatakan pelaku teror sudah berhasil dilumpuhkan. Kini pemerintah menyelidiki apakah aksi itu dilakukan sendiri atau ada keterlibatan pihak lain.

Christian Estrosi, bekas Walikota Nice dan kini menjadi pemimpin Dewan Regional Provinsi Alpes-Cote d'Azur menyebut korban tewas mencapai 77 orang.

"Ini tragedi paling menyedihkan sepanjang sejarah Kota Nice," tulis Estrosi.

Melalui akun Twitternya, Estrosi menyebut truk itu mengangkut senjata dan bahan peledak saat menabrak kerumunan orang pada Kamis sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat.

Belum diketahui identitas pengemudi truk tersebut dan motivasinya melakukan serangan dengan cara menabrakkan truk. Namun AFP memberitakan, pengemudi truk itu berdarah Prancis-Tunisia dan tinggal di Nice.

Sumber AFP memberitakan, kartu identitas pria berusia 31 tahun itu ditemukan di dalam kabin truk.

Koran lokal di Nice, Nice-Matin menyebutkan, berdasarkan saksi mata, pelaku meneriakkan takbir sebelum tewas ditembak polisi.

Otoritas di Kota Nice memperlakukan kejadian itu sebagai serangan teror dan meminta warga tetap bertahan di rumah masing-masing. Saran itu disampaikan mengingat banyak orang ingin melihat pertunjukan kembang api untuk merayakan Hari Bastille sebagai hari libur nasional di Prancis. Perayaan Hari Bastille dilakukan untuk mengenang penyerbuan Bastille dan dimulainya Revolusi Prancis pada 1789.

Saksi mata menyebut banyak jasad korban bergelimpangan di jalanan. Di Washington, Presiden Amerika Serikat mengutuk aksi itu dan menyebutnya sebagai serangan teror yang sangat kejam. Obama telah memerintahkan anak buahnya untuk membantu Prancis menyelidiki serangan itu.

Sementara itu di media sosial, kelompok-kelompok garis keras menanggapi serangan teror truk itu dengan gembira.

Sebelumnya Prancis diguncang teror ketika terjadi ledakan bom bunuh diri di sejumlah tempat di Paris, Prancis. Sedikitnya 130 orang tewas. Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sumber: Washington Post/USA Today/Telegraph 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!