Pelaku bom bunuh diri di Ansbach, Jerman diketahui bernama Mohammad Daleel alias Rambo, warga asal Aleppo Suriah. (Foto: Twitter)

KBR - Kelompok teroris ISIS mengklaim mendalami serangan teror bom bunuh diri area dekat festival musik di Kota Ansbach, negara bagian Bavaria di Jerman.

Ini merupakan serangan teror kedua di Jerman dalam sepekan. Juga merupakan serangan bom bunuh diri pertama di Jerman. Pelaku diidentifikasi sebagai Mohammad Daleel, warga asal Aleppo, Suriah dan merupakan pencari suaka yang gagal. Pelaku memiliki nama alias Rambo.

Daleel sudah tinggal di Jerman selama dua tahun dan sedang dalam proses deportasi menuju Bulgaria. Deportasi dilakukan karena sebelum tinggal di Jerman ia sempat mendaftar di Bulgaria.

Proses deportasi tertunda karena ia mengalami gangguan mental. Daleel sempat mendapat perawatan karena mencoba bunuh diri.

Warga sekitar tempat tinggal pelaku menyebutkan Daleel marah luar biasa karena ditolak mendapatkan suaka dan akan dideportasi ke Bulgaria.

Pria berusia 27 tahun itu membawa bom di ransel dan meledakkan bom di dekat arena festival musik pada Minggu malam lalu. Ledakan menewaskan pria itu dan melukai 15 orang lain.

Polisi menyebutkan, pelaku teror sebetulnya menyasar acara festival musik terbuka. Namun serangan itu gagal karena ia tidak mendapatkan tiket, sehingga ia meledakkan bom di ranselnya di luar arena festival dekat kafe.

Festival itu dihadiri sekitar 2,500 orang.

Video ISIS

Aparat keamanan menyebutkan, Daleel membuat bom di apartemennya. Di apartemen itu, polisi menemukan sejumlah material pembuat bom. Polisi juga menemukan telepon genggam pelaku serta laptop.

Di telepon genggam itu, ditemukan rekaman video yang dibuat Daleel tentang ancaman serangan itu.

"Dia (pelaku) bersaksi atas nama nama Allah, bahwa ia berjanji setia (berbaiat) pada pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, dan mengumumkan aksi balas dendam melawan Jerman, karena mereka berdiri di jalan Islam," kata Pejabat Kementerian Dalam Negeri Bavaria, Joachim Herrmann menjelaskan isi video itu.

Kelompok ISIS juga mengklaim berada di balik serangan teror kedua di Jerman itu. Klaim itu muncul lewat Amaq, sebuah kantor media yang terkait dengan ISIS. Lewat Amaq, ISIS menyebut pelaku adalah tentara ISIS dan menyasar negara-negara koalisi yang memerangi kelompok ISIS.

Serangan Ketiga

Pada serangan teror pertama, Jumat lalu, sembilan orang tewas ditembak dalam serangan teror di sebuah pusat perbelanjaan. Pelaku diidentifikasi sebagai pria berdarah Iran-Jerman berusia 18 tahun.

Pekan sebelumnya, pada 18 Juli, lima orang terluka akibat serangan kampak di kereta. ISIS juga mengklaim berada di balik aksi teror kampak itu.

Tiga aksi teror itu semua terjadi di negara bagian Bavaria, di Jerman selatan. Wilayah ini merupakan pintu masuk bagi sekitar 10 ribu pengungsi yang mendapat kebijakan suaka dari Kanselir Angela Merkel.

Serangan ini mengejutkan pemerintah Jerman. Meski begitu, wakil juru bicara Angela Merkel, Ulrike Demmer mengingatkan dan menolak anggapan bahwa seluruh pengungsi pencari suaka adalah ancaman keamanan bagi Jerman.

"Sebagian besar teroris yang melakukan aksinya baru-baru ini di Eropa bukan pengungsi," kata Ulrike Demmer.

Sumber: AFP/Wall Street/Mirror
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!