Ilustrasi. (Foto: Flickr/Creative Commons)

KBR - Sejak dirilis terbatas awal Juli lalu, demam game Pokemon Go terus melanda dunia. Padahal permainan yang menghadirkan fantasi lewat Augmented Reality atau realitas tertambah ini, baru resmi dirilis di beberapa negara saja.

Tapi game besutan Pokemon Company dan Nintendo ini tampaknya tidak bakal bisa dinikmati pecinta game asal Tiongkok.

Saat ini Pokemon Go memang belum dirilis resmi di Tiongkok dan pemerintah belum mengeluarkan sikap resminya. Tapi ada beberapa dugaan yang akan menjadi dasar larangan pemerintah seperti yang dikutip dari situs techinasia.com.

Pembuat Pokemon Go, yaitu Niantic Labs merupakan perusahaan Amerika dan punya hubungan erat dengan Google. Dan karena Google adalah perusahaan teknologi Amerika yang paling tidak disukai Tiongkok, tentu saja pemerintah tidak ingin data GPS gerakan real-time jutaan penduduknya bisa dikuasai Google.

Selain itu, para pemburu Pokemon bisa saja berkeliaran di daerah-daerah rahasia seperti pangkalan militer untuk mencari Pokemon. Untuk menghindari ini, pemerintah bisa saja menyerahkan data lokasi sensitifnya kepada Niantic, agar perusahaan itu tidak menyebar pokemon di daerah-daerah yang dimaksud. Tapi sangat diragukan Tiongkok mau menyerahkan data-data seperti itu ke perusahaan asing.

Di Weibo, mesin pencari populer di negeri tirai bambu, beredar teori konspirasi soal Pokemon Go. Game ini dianggap sebagai plot AS-Jepang untuk memetakan negeri Tiongkok dan menentukan lokasi pangkalan militer negara itu untuk memfasilitasi serangan cepat jika terjadi perang.

Selain soal keamanan dan intelijen, ada hal lain yang bisa membuat Pokemon Go tidak bisa dimainkan di Tiongkok.

Pada 1 Juli lalu, negara itu mulai memberlakukan aturan yang lebih ketat soal aplikasi game di ponsel pintar. Semua game mobile yang diluncurkan di negara itu harus disetujui oleh badan pengawas Tiongkok, The State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television (SAPPRFT). Maka bila Pokemoon Go mau masuk Tiongkok, game ini harus mendapat izin terlebih dahulu.

Tapi kepopuleran Pokemon Go tidak begitu saja dilewatkan pengembang game di Tiongkok. Kabarnya game kloningan Pokemon Go, yang disebut City Spirit Go, merajai toko aplikasi game ponsel negara itu sejak pekan lalu.

Tidak hanya namanya yang seperti ingin menyamai Pokemon Go. Karakter-karakter di game ini juga punya kemiripan dengan game Pokemon. Game ini juga dimainkan berdasarkan lokasi, yang mensyaratkan pemainnya bergerak berdasarkan peta GPS untuk menangkap monster. Yang membedakan, warga Tiongkok tidak bisa merasakan sensasi Augmented Reality (AR) pada game City Spirit Go. Itu karena pemerintah Tiongkok memblokir Google Maps dan akun Google.

Meski begitu, Game City Spirit Go kini menjadi aplikasi nomor satu di iOS Apps Store di Tiongkok. (Techinasia/Rocketnews24/Geek)

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!