Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Foto: Antara

KBR - Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta warganya untuk melindungi Muslim di sana dari sikap tidak toleran dan xenofobia (ketidaksukaan terhadap orang-orang yang dianggap asing). Hal tersebut disampaikan Obama dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 2016.

Menurutnya, negara Amerika dibangun dari berbagai latar belakang, termasuk Muslim. Salah satu Muslim yang memberikan kontribusi dalam sejarah Amerika yaitu mendiang petinju legendaris Mohamad Ali yang meninggal pada awal Juni 2016.

“Di dalam negeri, kita juga menyaksikan peningkatan serangan terhadap Muslim Amerika. Tidak seorangpun yang seharusnya merasa takut atau tidak aman di tempat beribadah mereka,” kata Obama.

Menurutnya, tantangan untuk mengatasi kekerasan kepada Muslim tidak hanya terjadi di Amerika, melainkan di berbagai belahan dunia lainnya. Semisal yang terjadi di Orlando, Istanbul, Dhaka, Baghdad, dan Madinah.

“Dalam menghadapi kebencian, nilai-nilai dan kekuatan Amerika akan mempersatukan kita dan membela solidaritas serta saling melindungi yang akan membuat negara kita makin kuat dan aman.”

Warga Muslim Amerika sering menghadapi pandangan negatif akibat meningkatnya kekerasan terkait terorisme. Intoleransi tersebut makin tergambar menyusul serangan teroris di Paris, Perancis, dan San Bernardino, California. Sikap tersebut diperparah retorika politik bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump. (VOA)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!