Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi saat kunjungan ke Jepang, Maret 2015. (Foto: Setkab.go.id)

KBR - Pihak Istana Kekaisaran Jepang membantah pemberitaan bahwa Kaisar Akihito ingin lengser keprabon alias mengundurkan diri dari mahkota kaisar.

Sebelumnya, media publik NHK Jepang mendapat sumber dari istana yang menyebutkan Akihito ingin segera menyerahkan mahkota kekaisaran kepada anaknya, Putra Mahkota Naruhito.

Kaisar Akihito dikabarkan hendak mundur dari jabatan raja karena sudah berusia lanjut, 82 tahun. Beberapa tahun terakhir, Akihito kerap mengalami masalah kesehatan termasuk kanker prostat dan masalah kesehatan jantung.

Media lain yang juga memberitakan hal serupa adalah Kyodo News.

Mundur dari raja merupakan kejadian luar biasa di kekaisaran Jepang yang sudah berusia 2,600 tahun itu. Selama ini peralihan kekaisaran di Jepang selalu terjadi setelah kaisar lama wafat. Penyerahan mahkota dari kaisar yang masih hidup terakhir kali terjadi pada 200 tahun lalu.

Lengser keprabon dalam kekaisaran Jepang diyakini bakal menimbulkan gejolak dan kejutan di Jepang, dimana keluarga kerajaan merupakan simbol stabilitas dan keberlanjutan sejarah.

Sejumlah pengamat menilai, NHK dan Kyodo News seharusnya lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi yang bisa menimbulkan gejolak dan ledakan di publik---dan harus benar-benar mendapat informasi dari sumber yang sangat bisa dipercaya.

Namun, informasi dari Badan Rumah Tangga Kerajaan Jepang menyebutkan informasi benar-benar keeliru.

Sementara itu Perdana Menteri Shinzo Abe menolak berkomentar karena masalah itu sangat sensitif.

Kaisar Akihito, kaisar ke-125, selama ini perannya sangat dibatasi hanya sebagai "simbol negara" berdasarkan konstitusi yang dirancang Amerika Serikat, usai kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Sementara itu media terkenal di Jepang Yomiuri Shimbun memberitakan bahwa pemerintah Jepang saat ini secara diam-diam sedang mengkaji kemungkinan 'lengser keprabon' itu.

Sampai saati ni di konstitusi Jepang tidak ada aturan dan mekanisme mengenai kaisar yang mengundurkan diri.

Kekaisaran Jepang merupakan salah satu kerajaan tertua di dunia. Dalam tradisi Jepang, kekaisaran merupakan simbol yang sangat dihormati. Kaisar Jepang dianggap sebagai keturunan Dewa Matahari.

Ayah Akihito, Kaisar Hirohito bahkan diperlakukan sebagai Dewa Hidup selama perang, hingga kekalahan Jepang pada 1945.

Sumber: Japan Today/CNA/Bloomberg/CNN/
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!