Bom Mobil Meledak di Perbatasan Thailand

Insiden ini adalah serangan bom mobil kedua di daerah yang sama selama kurang dari dua pekan ini.

Selasa, 05 Jul 2016 15:42 WIB

Ilustrasi: Bom.

KBR - Sebuah bom mobil meledak di pos pemeriksaan besar di Nong Chik, Provinsi Pattani, Thailand. Bom tersebut melukai dua petugas. Insiden ini adalah serangan bom mobil kedua di daerah yang sama selama kurang dari dua pekan ini.

"Bom tersebut tersembunyi di dalam mobil picuk-up. Tersangka mengedarai dan memarkirkan mobil tersebut di pos pemeriksaan sebelum pergi," papar Letnan Kolonel Sompong Rongyang, polisi yang bertugas di pos keamanan tersebut.

"Dua polisi luka-luka dan dikirim ke rumah sakit."

Deep South Watch, Organisasi non-profit Thailand pemantau konflik mencatat peningkatan kekerasan selama sepekan terakhir Ramadan tahun ini. Meski begitu, jumlah korban lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Aksi teror dan kekerasan pada Ramadan tahun ini memakan korban sebanyak 69 orang, yang terdiri atas 22 orang tewas dan 47 orang luka-luka. Sementara pada Ramadan tahun lalu, korban tercatat sebanyak 139 orang, 49 di antaranya tewas dan 90 lainnya luka-luka.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.