Bom Baghadad, Irak Umumkan 3 Hari Waktu Berkabung

Sebuah van yang dipenuhi bahan peledak yang ditinggalkan dekat Al-Hadi Center yang populer di tengah warga.

Senin, 04 Jul 2016 08:40 WIB

Bom meledak di Baghdad, di kawasan yang ramai didatangi keluarga (Foto: BBC)

Bom meledak di Baghdad, di kawasan yang ramai didatangi keluarga (Foto: BBC)

KBR - Pemerintah Irak mendeklarasikan waktu berkabung selama 3 hari setelah ledakan besar di ibukota Baghdad yang menewaskan sedikitnya 125 orang. Sebanyak 150 lainnya luka-luka. Serangan ini terjadi pada Sabtu sekitar tengah malam. Ini menjadi ledakan terbesar di Irak tahun ini.

Ledakan itu terjadi di Distrik Karrada, di sebuah tempat perbelanjaan. Saat itu ada banyak keluarga yang tengah berbelanja jelang Lebaran. Laporan yang beredar sejauh ini menyebutkan ada sebuah van yang dipenuhi bahan peledak yang ditinggalkan dekat Al-Hadi Center yang populer di tengah warga.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengunjungi area yang mayoritas dihuni Syiah ini. Namun konvoinya dihadang oleh warga yang marah akibat kejadian ini.

Minggu malam, sejumlah tim pekerja masih membersihkan sisa-sisa ledakan yang ada di lokasi. Sebagian besar korban yang tercatat adalah keluarga - seperti ayah dengan anak-anak mereka atau ibu dengan anak-anak  mereka. 

ISIS mengaku berada di balik serangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan online-nya, mereka mengatakan serangan Karrada ini dilakukan di Irak sebagai bagian dari ‘operasi keamanan’.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.