7 Tewas dan 21 WNI Hilang Akibat Kecelakaan di Kota Tinggi Malaysia

Tiga puluh empat orang yang selamat diserahkan ke Departemen Imigrasi untuk investigasi lanjutan.

Minggu, 24 Jul 2016 19:51 WIB

Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: Antara

KBR - Sebanyak tujuh orang tewas dan 21 orang hilang setelah kapal yang membawa 62 imigran gelap Indonesia terbalik beberapa meter dari Pantai Batu Layar, Kota Tinggi, Malaysia. Direktur Departemen Imigrasi Johor, Rohaizi Ibrahim mengatakan, kecelakaan berlansung antara pukul 20.00-21.00 waktu setempat, Sabtu (23/7) kemarin.

"Investigasi awal menujukkan bahwa kelompok tersebut mencoba untuk keluar dari negara melalui jalur yang tidak resmi dengan kapal motor sederhana. Kelompok tersebut naik ke atas kapal sekitar pukul tujuh malam lalu. Mereka dihantam ombak setinggi dua meter yang membuat kapal terbalik," papar Rohaizi.

Rohaizi menambahkan, 34 orang yang selamat diserahkan ke Departemen Imigrasi sekitar jam tujuh pagi untuk investigasi lanjutan. Operasi pencarian masih dilakukan untuk menemukan orang yang hilang.

"Warga setempat langsung menolong kelompok tersebut sebelum akhirnya menyerahkannya pada yang berwajib ketika mereka datang," imbuh Rohaizi. (straitstimes)

Baca juga: WikiLeaks Bocorkan 20 Ribu Email Petinggi Partai Demokrat

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?