Sengketa Laut China Selatan, Tiga Negara Gelar Latihan Perang

Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan, latihan yang dilakukan aliansi ini sangat penting.

Minggu, 05 Jul 2015 17:46 WIB

Kawasan Laut China Selatan. Foto: Antara

KBR- Jepang, Amerika dan Australia hari ini melakukan latihan militer gabungan besar untuk pertama kalinya. Latihan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok, terkait klaim wilayah di Laut China Selatan.

Latihan yang akan digelar selama dua minggu ini bertajuk Talisman Sabre atau Pedang Jimat yang dilaksanakan di Northern Territory dan negara bagian Queensland di Australia.

Latihan yang dilakukan di laut, darat dan udara ini melibatkan sekitar 30 ribu pasukan Amerika dan Australia, 40 tentara Jepang, dan lebih dari 500 orang tentara Selandia Baru.

Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan, latihan yang dilakukan aliansi ini sangat penting. Sebab, Tiongkok saat ini telah menunjukkan kekuatan ekonomi dan strategisnya di kawasan Asia Timur. Tiongkok bahkan telah membangun beberapa pulau buatan di sana. (VoA)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.