Saksi Kasus Suap Tewas Misterius

sedikitnya 36 orang yang terkait kasus di Madhya Pradesh itu ditemukan tewas mengenaskan.

Rabu, 08 Jul 2015 11:48 WIB

ilustrasi-Palu Sidang/ANTARAFOTO.

KBR - Puluhan saksi dalam kasus suap yang telah berlangsung bertahun-tahun tewas misterius di India. Mereka semua terlibat dalam penyelidikan suap untuk masuk perguruan tinggi atau menjadi pegawai negeri sipil yang telah dimulai sejak 2013.

Diberitakan Reuters, sedikitnya 36 orang yang terkait kasus di Madhya Pradesh itu ditemukan tewas mengenaskan. Kasus ini juga menyeret partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP) dan membuat lebih dari dua ribu orang ditahan, termasuk bekas Menteri Pendidikan di negara bagian tersebut.

Empat korban terakhir tewas sejak akhir pekan kemarin, hanya selang beberapa hari sebelum pengadilan dengar dan di tengah tuduhan campur tangan BJP, partai pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, dalam melindungi tersangka. Pemimpin BJP di Madhya Pradesh Shivraj Sing Chouhan membantah keterlibatan partainya. Namun dia menyerahkan penyelidikan ke kepolisian dan menyangkal adanya campur tangan politis. (Reuters)
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Ombudsman RI Temukan Pungli di Pasar Tanah Abang Hingga Rp1 Juta

  • Insentif GTT di Banyuwangi Naik Tiga Kali Lipat
  • Tarif Listrik Naik, Partai Oposisi Bangladeh Serukan Mogok Massal
  • Politikus Jepang Bawa Anak ke Sidang Dewan Dikritik

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing