Perancis Gagalkan Penyerangan Teroris

Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve mengatakan kepada jurnalis bahwa empat terdakwa telah merencakan aksi teror terhadap fasilitas militer negara itu.

Kamis, 16 Jul 2015 09:16 WIB

Bendera Perancis. Foto: Antara

KBR - Perancis menggagalkan sebuah rencana untuk menyerang militer negara tersebut. Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve  mengatakan, sebuah sumber investigasi mengaku tersangka penyerangan telah merencanakan pemenggalan seseorang. Menurut dia, empat terdakwa telah merencakan aksi teror terhadap fasilitas militer negara itu. 

Terdakwa yang berusia 16 dan 23 tahun itu termasuk seorang bekas anggota angkatan laut ditangkap di berbagai bagian negara di Perancis. Sementara itu, kabar tentang penahanan tersebut diikuti pernyataan dari Presiden Perancis Francois Hollande. Ia mengatakan, serangan itu telah digagalkan hanya dalam beberapa hari. Sedangkan Cazeneuve mengklaim ada hubungan antara serangan itu dengan ledakan sebuah pabrik petrokomia di dekat Marseille. (Channel News Asia) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.