Indonesia-Singapura Sepakat Bentuk Kantor Khusus

Kantor khusus dibentuk Indonesia-Singapura untuk bahas persoalan Batam, Bintan, dan Karimun.

Selasa, 28 Jul 2015 16:43 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat kunjungan negara ke Singapura, Selasa (28/7). (Foto: @setkabgoid)

KBR- Indonesia dan Singapura menyepakati untuk membentuk kantor khusus guna pengembangan kerjasama di Batam, Bintan, dan Karimun. Melalui akun twitter Sekretariat Kabinet , Presiden Joko Widodo mengatakan kantor khusus itu akan membahas pula masalah regulasi dan kewenangan-kewenangan di daerah. Beberapa masalah itu diantaranya soal  free trade zone atau kawasan perdagangan bebas dan kawasan industri. Nantinya jika seluruh persoalan tuntas diselesaikan, kata presiden, bakal mengundang kembali investor dari Singapura.

Hal lainnya yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini adalah permasalahan promosi wisata dan masalah gangguan keamanan. Presiden mengatakan Indonesia-Singapura juga telah menyepakati pertukaran informasi soal terorisme dan ISIS. "Kita semua tahu bahwa ini jadi tantangan hampir di semua negara," tulisnya melalui akun @setkabgoid, Selasa (150728).

Presiden mengunjungi negara tetangga Singapura selama dua hari. Presiden didampingi sejumlah menteri kabinet, diantaranya Menhan Ryamizard Ryacudu, Sekab Andi Widjajanto, Menkeu Bambang Brodjonehoro, dan Mendag Rachmat Gobel.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sampaikan Pledoi, Andi Narogong: Saya Salah Dan Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

  • Penyuap Panitera PN Jaksel Dituntut 3 Tahun Penjara
  • Presiden Jokowi Bahas Industri Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit dengan Panglima TNI
  • Menteri Pendidikan: Ada Ketidaksengajaan Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi