Ebola Kembali Landa Liberia

Padahal, negara itu telah dinyatakan bebas dari Ebola lebih dari tujuh pekan lalu.

Kamis, 02 Jul 2015 11:08 WIB

Penanganan Virus Ebola. Foto: Antara

KBR - Ebola kembali menelan korban jiwa di Liberia setelah seorang remaja meninggal dunia karena virus tersebut pada Minggu lalu. Padahal, negara itu telah dinyatakan bebas dari Ebola lebih dari tujuh pekan lalu.

Menurut Kementerian Informasi Liberia, kasus baru ini ditemukan di Nedowein, desa tempat mendiang remaja tersebut bermukim. Pihak berwenang Liberia langsung mengarantina kawasan sekitar desa itu setelah remaja tersebut meninggal. Mereka mengatakan pemakamannya dilakukan dengan aman.

Pejabat kesehatan Cestus Tarpeh mengatakan kepada AFP bahwa pria itu telah berkontak fisik dengan remaja 17 tahun itu sebelum kematiannya. Belum jelas bagaimana korban yang meninggal itu terjangkit virus Ebola.

Biasanya orang-orang terjangkit penyakit itu ketika melakukan kontak fisik dengan pasien Ebola yang memiliki luka terbuka, atau dengan hidung dan mulutnya, atau dengan darah, muntah, feses, atau cairan tubuhnya. Lebih dari 11.000 orang telah meninggal karena penyakit itu sejak Desember 2013, kebanyakan dari mereka di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone. (AFP)


Editor: Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik